SUARAMERDEKA.ID – Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Dr. Widji Lestariono tidak main main terkait Prokes Covid19 di Banyuwangi. Pasalnya mendekat Hari Raya Idul Fitri sejumlah Mall d Banyuwangi di serbu masyarakat untuk kebutuhan lebaran.
Tidak mau kecolongan dengan virus yang mematikan. Pihak Dinas Kesehatan memberlakukan Prokes dengan tegas dan serius di Mall maupun pasar modern dan tradisional.
Terlihat di salah satu Mall di kecamatan Genteng, Kompak Forpimka, Camat dan Polsek serta Koramil turun langsung memantau di Mall dan pasar , Dimana animo masyarakat berjubel.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Dr. Widji Lestarino di hubungi via WhatsApp, Selasa (27/4/2021) terkait Mall di kecamatan Genteng, dan sejumlah Mall dan pasar di Banyuwangi yang diserbu masyarakat untuk kepentingan lebaran, dirinya dengan tegas mengatakan, untuk pasar bagi penjual dan pembeli wajib bermasker. Untuk pasar modern, Mall, harus melakukan Prokes sebagaimana anjuran Pemerintah.
“Untuk Mall, pasar modern, pasar tradisional di wilayah, Kita bersinergis dan berjalan bersama dengan Forpimka dalam melaksanakan memutus mata rantai penularan Covid19.” tegas Rio.
Lanjut Rio, sapaan akrab Dr. Widji Lestarino, dalam pemutusan mata rantai Covid, sudah dilakukan Pemantauan, Edukasi dan Alternatif Solusi terhadap Pelayanan Mall di kecamatan Genteng, dan Mall Mall lain meminta kepada Pengunjung agar tidak melanggar Protokol Kesehatan.
1. Menyarankan harus ada Koordinasi antar unit mulai Pintu masuk, Pemeriksaan Pengunjung, Petugas di Ruang Tunggu terkait Kapasitas Pengunjung setiap saat.
2. Menyarankan adanya Petugas di depan Kasir utk mengatur antrian.
3. Menghimbau agar Manajemen sering memantau situasi di dalam Mall secara keseluruhan menghitung / membatasi jumlah animo masyarakat yang mau masuk / belanja, dengan mengedepankan Prokes sebagaimana anjuran Pemerintah secara Nasional.” tambah Rio.
Harapannya kita semua, selain larangan dan anjuran Pemerintah dilarang mudik, tetapi kita semua jaga kesehatan bersama dengan bermasker dan jaga jarak, cuci tangan setiap saat demi memutus mata rantai penularan Covid19 dengan kesadaran masing masing.(BUT).










