oleh

Paradigma Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Opini Subairi

Paradigma Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Ditulis oleh: Ustad Subairi, Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Madinah Wonosari.

Pandemi Covid-19 menjadi disruptor terbesar abad ini dan kita semua merasakannya. Semua sektor lapisan masyarakat, tidak yang miskin maupun yang kaya, semuanya terdampak oleh pandemi ini. Adapun dampaknya tentu tidak hanya terhadap kesehatan, tetapi sampai pada pendidikan, ekonomi, sosial dan perilaku kita.

Tetapi dalam setiap masalah tentu banyak peluang-peluang baru yang terbuka dan ini yang harus kita manfaatkan. Setiap bencana selalu ada hikmah yang harus kita manfaatkan serta harus kita sambut dengan positif, bukan dengan pesimis. Kita ditantang untuk kreatif dan inovatif untuk mengalahkan pandemi Covid-19. Membangun kreatifitas dan mengimplementasikan skill dan pengetahuan untuk memberikan solusi bagi siswa dan masyarakat.

Kompetensi dan skill yang diperoleh oleh siswa pada masa pandemi Covid-19 itu akan menjadi penguat untuk bisa mandiri dan justru memberi manfaat kepada banyak orang dan mampu merancang hari esok dengan lebih confidence. Sebagaimana kata Kyai Hajar Dewantoro, bahwa tujuan pendidikan itu adalah menghasilkan insan merdeka yang berbudaya. Indikator insan merdeka yang berbudaya itu ada tiga. Yang pertama mampu berdikari, yang kedua tidak bergantung kepada orang lain dan yang ketiga mampu merancang hari esoknya sendiri.

Selama pandemi tersebut, kita ketahui pada tanggal 9 Maret 2020 Kemdikbud yang sangat responsif. Pada 7 Maret 2020 waktu itu, Presiden menyampaikan bahwa “kita semua harus melakukan perubahan yang drastis melalui bekerja dari rumah dan belajar dari rumah”. Pada tanggal 9 Maret 2020 keluarlah surat edaran Mendikbud untuk meminta sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Agar melakukan pembelajaran dari rumah dan mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Sebenarnya kalau kita melihat pada saat pandemi ini muncul, kita sedang bersemangat untuk mengimplementasikan kebijakan mas menteri Nadim Makarim yaitu pembelajaran merdeka atau merdeka belajar dan Kampus merdeka. Sehingga sebetulnya pandemi ini menjadi salah satu akselerator terhadap kita untuk mengimplementasikan merdeka belajar. Pembelajaran yang bisa terjadi dimanapun dan dari sumber manapun.

Pada konsep merdeka belajar, paling tidak ada empat model pembelajaran merdeka di masa pandemic Covid-19 yang harus kita lakukan. Adapun yang pertama pembelajaran dari rumah bisa diwujudkan melalui pembelajaran daring, yang kedua melalui program mandiri, yang ketiga melalui program relawan kemunusian dan yang keempat penelitian bersama guru dan peneliti.

Tujuan pelaksanaan pembelajaran dari rumah di masa pandemi Covid-19 adalah mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 di satuan pendidikan. Kita semua harus melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk COVID-19. Memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat COVID-19. Dan memastikan juga pemenuhan dukungan psikologis bagi pendidik, peserta didik dan orang tua/wali.

Proses pembelajaran daring terdiri atas tatap muka virtual melalui video conference, teleconference, dana atau diskusi dalam grup di media social atau aplikasi pesan. Sebahagian siswa juga menggunakan Learning Management System (LMS). LMS merupakan system pengelolaan pembelajaran terintegrasi secara daring melalui aplikasi.

Loading...

Baca Juga