oleh

Pemuda Minang Resmi Laporkan Puan Maharani

SUARAMERDEKA.ID – Sejumlah pemuda Minang beserta Ketua Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang (PPMM) David secara resmi melaporkan Ketua Bidang Politik dan Keamanan DPP PDIP Puan Maharani ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat (4/9/2020). Ia melaporkan ucapan Puan “Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi mendukung negara Pancasila” sebagai penghinaan buat masyarakat Sumatera Barat.

Para pemuda Minang ini datang ke Bareskrim Mabes Polri sekitar pukul 14.56 WIB. Mereka mengenakan kaos hitam dengan tulisan “PDIP” yang dibawahnya terdapat arti singkatan “Provinsi Daerah Istimewa Pancasila”. Dibawahnya terdapat pula tulisan “Jangan Ragukan Sumatera Barat Dalam Menjaga Pancasila”.

Ditemui sejumlah wartawan, David mengkonfirmasi kedatangannya untuk melaporkan Puan. Dengan dirinya sebagai pelapor, David menjelaskan, Ketua DPR RI ini akan dilaporkan terkait pelanggaran UU ITE. Yakni Pasal 310, 311, 27 ayat 3 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 14,15 KUHP Nomor 1 Tahun 1946.

“Jadi kita di sini melakukan upaya-upaya hukum sebagai warga negara yang baik kita lapor ke Bareskrim,” kata David.

Ia pun menuding ada motif politik dibalik pernyataan Puan tersebut. Menurutnya, Puan Maharani mungkin menyadari bahwa PDIP tidak pernah menang di Sumatera Barat. Karenanya, ia menduga Puan sengaja memancing di air keruh saat PDIP mengesahkan calon Gubernur Sumatera Barat.

“Substansi pernyataan Puan cuma memang ingin memperkeruh suasana di ranah Minang. Yang mana kalau ditarik lagi (kebelakang-red), PDIP tidak pernah bisa menang. Jadi mungkin ada kekesalan sehingga timbul pernyataan tersebut,” ujarnya.

Namun demikian, David menegaskan, tidak ada motif apapun dibalik pelaporannya. Ia menjelaskan, pelaporan tersebut hanya didasari atas pemuda Minang yang merasa terhina atas ucapan Puan Maharani.

“Jadi jangan sembarang Puan ngomong. Itu yang kami tekankan,” kata Ketua PPMM ini.

Ia menekankan, upaya hukum ini akan dicabut jika putri Megawati meminta maaf kepada media massa. David menjelaskan, masyarakat Minang adalah masyarakat pemaaf dan menjunjung tinggi persaudaraan.

“Kalau saya, permintaan maaf kepada media itu emang kita harapkan. Bangsa Minang sekali lagi, kita bangsa pemaaf. Menjunjung tinggi persaudaraan,” tegasnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga