oleh

PN Salatiga Capai Kenaikan Kerja Selama Tahun 2020

SUARAMERDEKA.ID – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Salatiga Riyono, SH., MH. Melalui Humas PN Salatiga merangkap jabatan sebagai Wakil Ketua Bambang Trikoro, SH., MHum mengatakan sisa perkara 2019 ada 40 perkara. Jumlah perkara tersebut diselesaikan pada akhir tahun dan diselesaikan di awal tahun 2020.

“Perkara yang masuk 72 perkara pidana 172, putus 191 perkara untuk sisa 2020 hanya 21 perkara. Jadi kita ada peningkatan kinerja, penyelesaian perkara,” kata Bambang Trikoro.saat ditemui suaramerdeka.id, Jumat (8/1/2021) pukul 08:30 WIB.

Ia melanjutkan, untuk tahun 2020, karena situasi pandemi covid-19, sidang digelar melalui teleconference. Semua perkara yang masuk dilakukan sidang dengan hakim di PN Salatiga, sedangkan jaksa bersama saksi, terdakwa bersama Penasehat Hukum ada di rutan.

“Itupun sudah dibuatkan SKB. Kita juga sudah mengeluarkan PERMA aturan pelaksanaan untuk persidangan secara Teleconference. Perkara yang masuk 2020 ada 133 perkara, putus yang melalui teleconference 124 perkara. Hampir 100 persen kita selesaikan perkara pidana,” imbuhnya.

PN Salatiga Capai Kenaikan Kerja Selama Tahun 2020
Humas PN Salatiga Bambang Trikoro, SH., MHum, Jumat (8/1/2021)

Ia menjelaskan, hanya satu tidak melalui teleconference karena ada permohonan dari berapa pihak yang terdakwanya tidak ditahan, yang lainnya diselesaikan secara teleconference.

“Sudah kita laporkan ke Pengadilan Tinggi Semarang,” imbuhnya.

Dikatakan pula, perkara Praperadilan tahun 2020 masuk 14 perkara sudah diselesaikan sebanyak 13 perkara dari 14.

“Sedangkan yang satu sidang Praper karena masuknya di akhir tahun 2020. Sidangnya dilakukan pada hari ini Jumat (8/1/2021) pukul 09:30 WIB oleh Hakim yang ditunjuk.

Ia menambahkan, untuk tindak pidana ringan (tipiring) ada 3, perkara tilang ada  17.467.000 sudah selesai semua. Untuk mengambil barang buktinya tidak di Pengadilan, karena sudah ada E-Tilang, dilakukan di Kejaksaan.

“Satu lagi perkara anak masuk 4 perkara tahun 2020 diselesaikan dan sudah diputus. Terakhir Praper yang masuk no 14,” pungkas Bambang Trikoro. (SST)

Loading...

Baca Juga