oleh

Polda Papua: Pelaksanaan Penetapan Paslon Berjalan Aman dan Kondusif

SUARAMERDEKA.ID – Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal, SH mengatakan bahwa sampai saat ini situasi Kamtibmas di 11 Kabupaten di wilayah Provinsi Papua aman dan kondusif. Personel TNI/Polri masih terus melakukan pengamanan. Sehingga tahapan sesuai jadwal baik itu menjelang dan pasca penetapan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, sebanyak 11 Kabupaten yang melaksanakan Pilkada Serentak di Tahun 2020. Yakni Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Nabire, Kabupaten Keerom, Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, Kabupaten Waropen, Kabupaten Supiori, Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Boven Digoel.

“Kami tidak bekerja sendiri tetapi semua ini berkat kerjasama dari semua elemen masyarakat. Baik itu Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Pemuda yang memiliki tanggungjawab. Guna bersama-sama menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif,” kata Kabid Humas Polda Papua, Rabu (23/9/2020).

Ia mengajak semua pihak mengikuti semua tahapan dengan saling menghormati keputusan serta aturan hukum yang berlaku. Apabila ada pihak yang merasa tidak puas dengan pelaksanaan tahapan tersebut agar tidak memobilisasi massa dan melaporkannya melalui jalur hukum.

“Tentunya ada waktu yang diberikan pihak penyelenggara agar dapat ditindaklanjuti ke PTUN. Tidak melalui cara anarkis. Sehingga pelaksanaan kegiatan tahapan pemilu tetap berjalan lancar. Dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tandas Kabid Humas Polda Papua.

Selanjutnya, lanjutnya, para pasangan calon akan mendapatkan nomor urut pada tahapan Pilkada di masing-masing Kabupaten. Diminta tidak bereforia berlebihan dengan mengumpulkan massa dalam jumlah yang banyak. Hal ini mengingat saat ini Negara sedang dilanda Pandemi Covid-19.

“Mari kita terus menerapkan Protokol Kesehatan dengan 3M+1T yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Tidak berkerumun. Sehingga kita terhindar dari penyebaran Covid-19,” tutur Kabid Humas Polda Papua.

Ahmad Musthofa Kamal meminta masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial. Media digunakan untuk memberikan informasi dan data yang jelas terkait dengan setiap proses tahapan Pilkada.

“Jika ada hal- hal yang belum ada kepastian informasi tersebut, diharapkan untuk tidak menyebarkan informasi – informasi yang menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat, jika hal ini dilanggar tentunya akan dikenakan sanksi tegas oleh penegak hukum sesuai dengan Undang- Undang yang berlaku. Dan juga tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dibangun oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, yang memicu terjadinya konflik antar warga maupun massa pendukung dari masing-masing pasangan calon,” himbau Kabid Humas Polda Papua. (OSB)

Loading...

Baca Juga