oleh

Unjuk Rasa di PALI Berujung Ricuh, Puluhan Aparat Terluka

SUARAMERDEKA.ID – Unjuk Rasa Di PALI, tepatnya di kantor Bawaslu kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berakhir bentrok dengan aparat petugas keamanan yang mengawal jalannya aksi, Jumat siang (3/5/2019).

Informasi dihimpun suaramerdeka.id, dari Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juowono, pemicu terjadinya bentrokan tersebut sebelum diadakan negosiasi ratusan massa melakukan tindakan anarkis. Akibat bentrokan itu setidaknya melukai 10 anggota Polri dan 1 anggota TNI. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit terdekat. Akibat terkena lemparan batu dari pedemo yang datang dari dua kecamatan yakni Kacamatan Abab dan Tanah Abang.

” Massa ini merupakan keluarga dan pendukung dari beberapa Calon Legislatif Dapil 3 Kabupaten PALI. Yang terindikasi dikerahkan oleh Caleg yang tidak terima atas kekalahanya pada Pemilu 2019,” terang AKBP Afner Juowono.

Kapolres menegaskan apabila tidak ada yang bertanggung jawab atas kerusuhan ini pihak kepolisian akan menangkap Caleg yang mengerahkan massa tersebut.

“Mereka telah melukai aparat kita, jika tidak bertanggung jawab atas kerusuhan ini, kita akan tangkap Calegnya. Karena terindikasi massa ini dikerahkan oleh Caleg,” Tegas Kapolres.

Aksi unjuk rasa di PALI yang tergabung di Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (ALIANSI MANTAB) mendatangi kantor Bawaslu. Mereka meminta pihak KPUD PALI mengadakan Pemilihan Suara Ulang (PSU) untuk di Kecamatan Tanah abang, dan Abab Daerah Pemilihan (DAPIL 3)

Ratusan massa aksi unjuk rasa di PALI ini memaksa merangsek k edalam Kantor Bawaslu. Karena takut terjadi hal hal yang tidak diinginkan, masa dihalangi oleh pihak keamanan. Massa hanya diperbolehkan berorasi di Halaman kantor Bawaslu saja.

Sekira pukul 11:40 WIB, tejadilah kecekcokan mulut antara pihak Bawaslu dengan massa aksi. Kericuhan Antara kepolisian dengan pihak unjuk rasa pun tidak dapat dihindari.

Akibat kericuhan itu, setidaknya melukai 10 anggota Polri dan 1 anggota TNI. Puluhan massa aksi mengalami luka-luka di bagian kepala dan badan. (SHM)

Loading...

Baca Juga