oleh

Terimakasih, Menikmati dan Mensyukuri

Terimakasih, Menikmati dan Mensyukuri. Oleh: Tubagus Soleh, Ketum Babad Banten

Saya kira kita jarang merenungi kata terimakasih. Meskipun kata itu sering kita ucapkan. Karena sudah terbiasa diucapkan, kita lupa merenungi kata sederhana namun sangat kaya makna. Kata Terimakasih terdiri dari dua kata. Pertama “terima” dan kedua “kasih”.

Kata Terima bila direnungi dikedalaman batin, merupakan bentuk kepasrahan seorang hamba kepada sang khaliq. Seorang hamba harus bersikap nerimo terhadap semua ketentuan dariNya. Tidak ada yang lepas dari semua rencanaNya. Bahkan daun kering yang lepas dari dahannya saja sudah tertulis oleh qalamNya.

Terima adalah bentuk sikap ketidakberdayaan seorang Hamba. Hanya Dia yang berkuasa. Hanya Dia yang Maha Besar. la haula walaa quwwata illa billahi ‘aliyyil adhzim. Tidak ada daya dan upaya kecuali atas izinNya yang Maha Agung.

Sikap nerimo menjadi falsafah kehidupan orang-orang di Jawa. Mereka nerimo menjalani hidup ‘apa adanya’ nyaris tanpa keluhan. Melakoni hidup dengan penuh riang gembira meskipun beban berat menggayut dipundaknya. Senyumnya tetap sumringah meskipun duka lara baru saja menerjangnya.

Baca Juga :  Demokrasi Kita Dalam Bahaya, Sebuah Opini Hersubeno Arief

Sikap nerimo lahir dari jiwa yang haqqul yakin kepada sang khaliq. KetentuanNya pasti berlaku dan mengena kepada siapa saja tanpa pandang bulu, darah dan nasab. Ketinggian akhlaq seseorang bisa dilihat dari sikap nerimonya kepada Alloh SWT.

Yang kedua kata kasih. Kata kasih bermakna memberi, cinta, sayang dan seterusnya. Ada ucapan yang bagus yang pernah saya dengar, hanya orang yang punya yang bisa memberi.

Sepintas ucapan itu terdengar benar. Tapi timbul pertanyaan, benarkah begitu? Banyak orang yang berlebih harta tapi medit. Banyak orang yang berlebih ilmu tapi medit. Banyak orang yang berlebih segalanya tapi tambah medit.

Ungkapan tersebut bisa klop bila bersambung rasa dengan kata terima dalam pengertian yang mendalam.

Baca Juga :  Membaca Puisi Mba Neno Yang Lebay, Sebuah Opini Tubagus Soleh

Orang yang berkasih sayang adalah orang yang sudah memiliki cinta kasih. Begitu juga orang yang memberi shodaqoh, infak, atau hibbah adalah orang yang sudah bersikap nerimo. Harta benda hanya ada dalam genggaman tangannya saja bukan disimpan dalam hatinya.

Jadi kata Terimakasih merupakan ungkapan manusia yang sudah mencapai makom tawakal. Semuanya bersandar hanya kepada Alloh.

Berterimakasihlah kepada manusia berarti kita sudah bersyukur kepada Alloh SWT. Jadilah manusia yang pandai berterimakasih bisa membuat hidup anda akan berubah. Dengan pandai berterimakasih berarti kita sudah pandai menikmati hidup dan mensyukuri karuniaNya. Amin

Loading...

Baca Juga