oleh

Diduga Membakar Lahan, Seorang Warga Diamankan Polres Kapuas

SUARAMERDEKA.ID –  Patmustaluga (50) harus berurusan dengan Polsek Kapuas Barat Polres Kapuas lantaran diduga membakar lahan miliknya. Ia adalah warga Desa Mangkahai Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas Provinsi Kalteng.

Pembakaran lahan tersebut diketahui ketika Patmustaluga membakar lahan miliknya, Sabtu (3/8/2019). Kejadian bermula ketika Patmustaluga membersihkan sekitar lahan kebunnya dengan mengumpulkan ranting dan dedaunan kering.

Pembakaran lahan ini dijelaskan oleh Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro melalui Kapolsek Kapuas Barat Ipda Eko Sutrisno SH dalam konferensi di Mako Polres Kapuas, Selasa (6/8/2019). Ia didampingi Kabag Ops AKP Iqbal Sengaji , Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Soni. Hadir juga Sekertaris BPBD Kapuas Reza Pahlevi.

Baca Juga :  LPBI Jatim: Pemerintah harus Tertibkan Pom Mini

“Setelah itu pelaku membakar dengan mengunakan korek api yang sudah disiapkan, bakar daun yang kering hingga api menyala,” kata Kapolsek Kapuas Barat.

Lebih lanjut dijelaskan, saat itu Patmustaluga menunggu pembakaran yang dilakukan Sabtu itu sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah dilihat padam, ia kemudian meninggalkan lahan miliknya. Kemudian pada Minggu pagi (4/8/2019), Patmustaluga memdatangi lahan yang dibersihkan tersebut. Ia mengaku terkejut lantaran api yang sebelumnya diyakini sudah padam ternyata masih ada baranya dan berasap.

Patmustalugakemudian berusaha memadamkan api di sekitar kayu yang terbakar. Setelah yakin apinya padam, ia kemudian meninggalkan tempat tersebut untuk menyadap karet yang jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi itu.

Baca Juga :  AMAIB Minta Polri Usir Investor Asing GCG Asia dari Indonesia

” Tetapi sekitar pukul 10:15 WIB pelaku melihat ada beberapa petugas kepolisian yang melintas di areal perkebunannya, melihat itu dia langsung balik arah menuju ke kebun karet. Api yang diyakini pelaku sudah padam ternyata malah membesar dan membakar lahan dilokasi iti,”ujar Eko Sutrisno.

Atas perbuatannya itu, Patmustaluga kemudian diamankan dengan barang bukti empat buah korek api. Dia dibidik dengan pasal 25 ayat (1) jo pasal 2 ayat (1) peraturan daerah provinsi Kalimantan Tengah nomor 5 Tahun 2003 Tentang pengedalian kebakaran hutan dan lahan, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (SAS)

Loading...

Baca Juga