oleh

Aktivist Connection Dukung Langkah Tegas Suyudi Ario Seto soal Bahaya Vape

SUARAMERDEKA.ID – Langkah tegas Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Suyudi Ario Seto, yang mengusulkan pengawasan ketat hingga kemungkinan pelarangan rokok elektrik atau vape mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat sipil.

Salah satunya datang dari organisasi kepemudaan dan gerakan sosial, Aktivist Connection.

Founder Aktivist Connection, Maemun, menilai langkah yang diambil oleh Kepala BNN tersebut merupakan bentuk keberanian negara dalam menghadapi ancaman baru penyalahgunaan narkotika yang kini mulai menyasar generasi muda melalui media yang tidak terduga, seperti liquid vape.

Menurut Maemun, fenomena penyalahgunaan vape yang dicampur dengan zat berbahaya hingga narkotika harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh lengah terhadap metode baru peredaran narkoba yang semakin canggih dan tersembunyi.

“Langkah Kepala BNN RI, Kanda Suyudi Ario Seto, patut kita dukung bersama. Ini bukan sekadar soal rokok elektrik, tetapi menyangkut masa depan generasi muda Indonesia yang saat ini menjadi target empuk peredaran narkotika,” Ujar Maemun dalam keterangannya kepada media. Jakarta, Selasa, (07/04/2026).

Bahaya Mengonsumsi Vape bagi Kesehatan

Selain berpotensi menjadi media penyalahgunaan narkotika, vape juga memiliki sejumlah risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh.

Para ahli kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi vape dalam jangka panjang dapat menimbulkan berbagai dampak serius, antara lain:

1. Kerusakan Paru-paru
Uap dari vape mengandung bahan kimia seperti formaldehida, asetaldehida, dan logam berat yang dapat merusak jaringan paru-paru serta meningkatkan risiko penyakit pernapasan.

2. Ketergantungan Nikotin
Sebagian besar liquid vape mengandung nikotin dalam kadar tinggi yang dapat menyebabkan kecanduan dan berdampak pada fungsi otak, terutama pada remaja.

3. Risiko Penyakit Jantung
Nikotin dan zat kimia lainnya dapat meningkatkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, dan memperbesar risiko penyakit jantung.

4. Potensi Disalahgunakan untuk Narkoba

BNN menemukan adanya kasus liquid vape yang dicampur dengan zat narkotika sintetis, yang membuat pengguna sering tidak menyadari bahwa mereka telah mengonsumsi zat berbahaya.

Negara Harus Tegas Lindungi Generasi Muda

Maemun menegaskan bahwa langkah yang diambil oleh Kepala BNN harus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini agar Indonesia tidak menghadapi krisis narkotika yang lebih besar di masa depan.

“Aktivist Connection berdiri bersama Kepala BNN RI dalam upaya melindungi generasi muda Indonesia dari bahaya narkotika dan zat adiktif yang kini mulai menyusup melalui berbagai cara, termasuk melalui vape,” Tegasnya.

Ia juga mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk meningkatkan edukasi publik mengenai bahaya vape dan penyalahgunaan zat berbahaya.

“Ini bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga masa depan bangsa,” Tutup Maemun. (RED)

Loading...