oleh

BNN dan Citilink Kompak Bersihkan Jalur Udara dari Narkotika

SUARAMERDEKA.ID – Langit Indonesia tak lagi memberi ruang bagi peredaran gelap narkotika. Komitmen besar itu ditegaskan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, dan Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Darsito Hendrosaputro, pada Senin (02/03/2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pusat Citilink, Tangerang, Banten, disaksikan oleh jajaran pejabat tinggi BNN serta manajemen maskapai, menjadi tonggak monumental dalam mempersempit ruang gerak sindikat narkotika yang kerap memanfaatkan jalur transportasi udara sebagai lintasan gelapnya.

Kerja sama strategis ini bukan sekadar seremoni administratif. Ini adalah deklarasi perang terbuka terhadap kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam masa depan generasi bangsa.

Kepala BNN RI menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan komitmen moral, nasional, dan institusional untuk menjaga ruang udara Indonesia tetap steril dari racun mematikan bernama narkotika.

Sinergi dahsyat ini diwujudkan melalui berbagai langkah konkret dan progresif, mulai dari memastikan seluruh awak penerbangan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Memperketat sistem pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi penyelundupan, memanfaatkan sarana penerbangan sebagai medium edukasi publik, hingga memperkuat koordinasi internal lintas sektor agar seluruh elemen bergerak dalam satu irama perang total melawan narkotika.

“Melalui langkah strategis ini, kita memastikan setiap elemen bangsa berkontribusi aktif dalam mengakselerasi pemberantasan narkotika sekaligus membangun struktur birokrasi yang kokoh dan tak tergoyahkan oleh kejahatan luar biasa,” Tegas Kepala BNN RI dengan penuh optimisme.

Sementara itu, Direktur Utama Citilink menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan manifestasi komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, terpercaya, dan berintegritas tinggi.

Citilink tidak hanya terbang membawa penumpang, tetapi juga membawa misi besar menjaga keselamatan bangsa dari ancaman kejahatan transnasional.

Dengan ditandatanganinya MoU ini, kedua institusi sepakat memperkuat koordinasi, pertukaran data dan informasi strategis, serta mengintensifkan langkah preventif maupun represif secara berkelanjutan.

Targetnya jelas dan tanpa kompromi: menciptakan ekosistem penerbangan nasional yang bersih dari narkotika, serta memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat Indonesia tetap menjadi prioritas utama.

Langit Indonesia kini dijaga lebih ketat. Peredaran gelap narkotika dipersempit. Dan perang melawan narkoba terus dikobarkan tanpa henti. (RED).

Loading...