BPIP Gelar Konser Ketika Ideologi Pancasila Sudah Diamandemen. Oleh: Prihandoyo Kuswanto, Ketua Rumah Pancasila.
Kedengarannya ganjil. Kok BPIP gelar konser. Hanya di rezim ini ada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila gelar konser.
Terus logikanya dimana? Ideoligi Pancasila itu sudah diamandemen. Sebab yang dimaksud dengan ideologi Pancasila itu ya UUD1945 asli dari Pembukaan, Batang Tubuh, sampai penjelasannya.
Dan Ideologi Pancasila itu untuk mengatur ketatanegaraan. Oleh sebab itu pendiri negeri ini sudah meletakkan sistem ketatanegaraan yang original berangkat dari budaya bangsanya. Oleh sebab itu Keadilan Sosial adalah protes yang maha hebat kepada sistem individualisme, liberalisme, kapitalisme. Sebab ketiga unsur itulah yang melahirkan penjajahan di muka bumi (Kolonialisme Imperalisme). Bahkan yang membuat kerusakan di muka bumi adalah kolonialisme, dengan pecahnya perang dunia kesatu dan kedua.
Kolonialisme adalah musuh bangsa ini. Sebab tiga setengah abad bangsa ini berada didalam cengkeraman penjajahan dan penghisapan.
Amandemen UUD 1945 adalah bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan anti penjajahan. Akibat berubahnya sistem kedaulatan rakyat menjadi kedaulatan partai politik, maka kerusakan pranata ketatanegaraan berbanding lurus dengan kerusakan moral para pelaku politik. Korupsi bagian dari sistem politik di Indonesia. Pilkada, Pilpres, Pileg, semuanya dengan strategi curang dan tidak bermartabat.
Sogok menyogok pada penyelenggara pemilu KPU kasat mata dari kasus ke kasus. KPK sudah menangkap anggota KPU, semua kecurangan dilindungi oleh berbagai pihak dan bertemali.
Bahkan yang menyedihkan, korban virus pilpres hampir 900 petugas KPPS meninggal dunia tidak jelas sebab musababnya. Tidak ada autopsi sebagai alat bukti justru tidak dilakukan sehingga menjadi gelap.
Apakah kerusakan ketatanegaraan, kerusakan Ideologi Pancasila bisa diselesaikan dengan model konser brang breng brong? Sungguh miris jika BPIP yang katanya sebagai gawang Ideologi Pancasila justru tidak mengerti bahwa akibat amandemen UUD1945 yang diamandemen itu adalah Ideologi Pancasila .
Bangsa ini mengalami kerusakan pada logika berfikir. Suatu saat Presiden marah besar akibat semua kebutuhan dimpor. Loh ini logikanya bagaimana? Kekuasaan ada di tangan presiden. Mau impor atau tidak impor ya tergantung keputusan presiden. Tinggal menterinya dijitak, jangan import ini dan itu. Stop, kita nanam sendiri. Jangan beri ijin pabrik baja asing, pabrik semen asing, pakai milik sendiri. Wong kekuasaan ada ditangan. Kan lucu. Logikanya bagaimana, marah-marah pada diri sendiri .
Bagaimana BPIP mau ngomong ideologi Pancasila kalau tidak paham terhadap sistem negara berdasarkan Pancasila.
Amandemen UUD 1945 banyak rakyat tidak mengetahui sesungguhnya amandemen yang telah dilakukan sejak tahun 2002 telah mengubah negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Dari negara berdasarkan Pancasila menjadi negara yang berdasar liberalisme, kapitalisme.
Sistem negara Proklamasi adalah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan sustem sendiri atau sistem MPR. Kemudian sistem ini diamandemen, diganti dengan sistem presideseil danUUD 1945 asli digant j dengan UUD 2002.
Apa bedanya sistem MPR dengan sistem Presidenseil?
Sistem MPR basisnya adalah elemen rakyat. Ada yang dari demokrasi politik, diwakili DPR. Ada yang dari demokrasi fungsionil yang diwakili utusan golongan dan utusan daerah. Mereka duduk sebagai anggota MPR, semua ekemen bangsa terwakili, wujud dari negara semua untuk semua. MPR Adalah lembaga tertinggi negara yang menjalankan kedaulatan rakyat. Oleh sebab itu MPR terdiri dari utusan-utusan golongan yang mewakili seluruh elemen bangsa.
Tugasnya merumuskan Amandemen UUD 1945. Banyak rakyat tidak mengetahui sesungguhnya amandemen yang telah dilakukan sejak tahun 2002 telah mengubah negara Proklamasi 17 Agustus 1945. Dari negara berdasarkan Pancasila menjadi negara yang berdasar liberalisme, kapitalisme.
Sistem negara Proklamasi adalah berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan sistem MPR. Kemudian diamandemen, diganti dengan sistem presideseil dan UUD 2002.
Apa bedanya sistem MPR dengan sistem presidenseil?
Sistem MPR basisnya elemen rakyat adalah MPR Sebagai lembaga tertinggi negara yang menjalankan kedaulatan rakyat. Oleh sebab itu MPR terdiri dari utusan-utusan golongan yang mewakili seluruh elemen rakyat. Tugasnya merumuskan politik rakyat yang disebut GBHN. Setelah GBHN terbentuk, dipilihlah Presiden untuk menjalankan GBHN. Oleh sebab itu, presiden adalah mandataris dari MPR.
Sistem presidenseil basisnya Individualisme. Maka kekuasaan diperebutkan banyak-banyakan suara, kuat-kuatan, pertarungan, kalah menang. Yang menang mayoritas dan yang kalah minoritas. Presiden menjalankan janji-janji kampanyenya. Kalau tidak ditepati janjinya ya harap maklum. Artinya diakhir masa jabatan presiden tidak mempertangungjawabkan kekuasaannya.
Amandemen UUD 1945 seharusnya dilakukan dengan referendum. Tetapi MPR telah melakukan akal -akalan yang tidak elok dengan cara mencabut tap MPR No 4 th 1993 tentang referendum. Agar amandemen rakyat tidak dilibatkan dalam mengambil keputusan.
Tentu saja hal ini perlu dipersoalkan. Sebab Amandemen bukan sekedar menambah dan megurangi pasal-pasal didalam batang tubuh UUD 1945. Yang terjadi justru mengamandemen prinsip-prinsip negara berdasarkan Pancasila.
BPIP harusnya bicara tentang sistem negara berdasarkan Pancasila, bicara bagaimana Ideologi Pancasila itu dikembalikan. Maka peran BPIP adalah mengembalikan Ideologi Negara Pancasila.
Karena Ideoligi Pancasila itu adalah UUD 1945 asli dari Pembukaan, Batang tubuh dan penjelasannya, maka peran BPIP justru harus mendorong dikembalikannya Pancasila dan UUD1945 asli. Bukan mengadakan konser yang nggak ada juntrungannya dengan Ideologi Pancasila.
Terlalu kecil kalau BPIP ikut-ikutan terlibat di dalam Konser. Dan ngak pantas sekelas lembaga yang menggawangi Ideologi Pancasila justru abai terhadap Ideologi Pancasila. Pikiran BPIP itu harusnya bicara tentang tergusurnya Ideologi Pancasila yang diletakkan pada sistem Individualisme, Liberalisme, Kapitalisme. Bagaimana UUD hasil amandemen itu tidak lagi berdasarkan Pancasila. Tema-tema dan isu seoerti ini bidang garapan BPIP. Bukan ikut nimbrung urusan konser.
Semoga kita semua sadar bahwa negara ini sudah tidak berideologi Pancasila.










