SUARAMERDEKA.ID – Rotasi pejabat eselon tertinggi Pratama di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali bergulir. Pelantikan di gelar Jum’at (23/1/2026) siang di halaman kantor Dinas Sosial dan PPKB, di pimpin langsung Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di hadiri Wabub Mujiono dan Sekda Guntur Priambodo.
Adapun daftar pimpinan tertinggi pratama dan kepala dinas di lingkungan Pemkab Banyuwangi yang resmi dikukuhkan
Choiril Ustadi Yudawanto, menjabat Kepala Inspektorat Kabupaten Banyuwangi, sebelumnya mengemban tugas asisten administrasi umum Sekda.
Suyatno Waspo Tondo Wicaksono, menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Banyuwangi.
Edy Supriyono menjabat Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Banyuwangi.
Budi Santoso menjabat Asisten Administrasi Umum Sekda Banyuwangi.
Henik Setyorini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Banyuwangi.
Abdul Latip menjabat Sekretaris DPRD Banyuwangi
Yoppy Bayu Irawan menjabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Banyuwangi.
Danang Hartanto menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi.
Wawan Yadmadi menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Perindustrian Banyuwangi.
Cahyanto Hendry Wahyudi menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Penataan Ruang Perumahan dan Permukiman (CKPP).
Suratno menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Banyuwangi.
Partana menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi (BPBD).
Alief Rachman Kartiono menjabat Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan Banyuwangi.
Samsudin menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Banyuwangi, serta puluhan pejabat eselon tiga A dan B, putaran Sekretaris Dinas (Sekdin), camat dan sekretaris camat (Sekcam), serta kepala Bidang.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menuturkan rotasi jabatan ini, Pemkab Banyuwangi menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang adaptif, profesional, serta mampu menjawab tantangan pembangunan daerah yang semakin dinamis.
“Langkah tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi kinerja aparatur, sekaligus upaya menjaga ritme kerja organisasi agar tetap efektif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat Banyuwangi.” tutur Ipuk.(BUT).










