SUARAMERDEKA.ID – Diduga faktor kontaminasi makanan di dapur Ponpes, puluhan santri Pondok Pesantren di Banyuwangi mengalami keracunan makanan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menyebutkan 20 santri dirujuk ke IGD RSUD Blambangan, tiga orang dirawat di Klinik Sinta, dan 49 lainnya ditangani di lingkungan pesantren. “Ada 72 santri yang memiliki keluhan yang sama.” terang Amir, Selasa (5/8/2025).
Gejala yang dialami santri meliputi mual, muntah, diare, pusing, demam, dan nyeri perut. Dinas Kesehatan mengindikasikan kejadian ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) yang mengarah pada keracunan makanan akibat kontaminasi biologis.
Penyelidikan awal menunjukkan dugaan kontaminasi bakteri seperti Salmonella, E. Coli, Shigella, atau Staphylococcus Aureus. Bakteri tersebut diduga berasal dari bahan baku makanan yang tercemar, penyimpanan tidak higienis, serta pengolahan yang tidak memenuhi standar sanitasi.

“Selain itu, kebersihan peralatan masak dan tangan petugas dapur juga tidak terjaga.” tambah Amir.
Tim dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, dan Labkesda telah melakukan investigasi epidemiologi. Mereka mewawancarai santri dan pengelola dapur, serta menelusuri makanan terakhir yang dikonsumsi. Sampel makanan, air minum, peralatan masak, dan feses pasien diambil untuk pemeriksaan laboratorium.
Dinkes juga memberikan edukasi tentang higienitas dan sanitasi pangan kepada pengelola dapur pondok. Distribusi oralit, vitamin, dan obat-obatan dilakukan untuk mendukung pemulihan. Pemantauan kondisi santri dilakukan secara intensif, dan santri yang menunjukkan kondisi memburuk akan segera dirujuk ke rumah sakit.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengimbau seluruh lembaga pendidikan dan pesantren agar meningkatkan standar keamanan pangan dan kebersihan lingkungan.(BUT).






