oleh

Forum Diskusi Tokoh Menolak Proyek OBOR Cina

SUARAMERDEKA.ID – Sejumlah tokoh di Jawa Timur menggelar Forum Diskusi Tokoh di Graha Zabal Nur jalan Jambangan Agung, Surabaya, Minggu (12/5/29019). Bertema “OBOR, di tengah Dugaan Kecurangan Pilpres yang TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif)”.

Forum Diskusi Tokoh ini dihadiri ratusan tokoh dari berbagai kota/kabupaten dan dari berbagai ormas, orpol, akademisi dan praktisi se Jatim. Hadir sebagai pembicara diantaranya, Damai Hari Lubis SH, Ketua Divisi Hukum PA 212, Muslim Arbi Ketua Gerakan Perubahan. Wahyudi Al Maroky Pembina LBH Pelita Umat,  Dr. Mufti M Mubarok Ketua PUKAT, Achmad Fachruddin PHD. Mereka menyikapi OBOR (One Belt One Road) dan Dugaan Kecurangan Pilpres yang Terstruktur, Sistematis, Masif, Brutal dan Kriminal (TSMBK).

 Muslim Arbi selaku pembicara pertama menilai ada banyak kejanggalan dalam proyek one belt one road (OBOR) yang terlihat tergesa-gesa dalam pengesahannya.

“Kami menolak OBOR yang dirubah namanya menjadi RBI (Road Belt Initiative-red). Karena telah menjadi pintu masuk penjajahan baru segala bidang. Khususnya bidang politik dan ekonomi RRC terhadap Indonesia,” kata Muslim Arbi pada Forum Diskusi Tokoh.

Sementara itu Dr Muftih Mubarok menilai kecurangan pemilu 2019 sudah terbukti TSMBK yang menguntungkan pihak 01. Karenanya diperlukan alternatif lain untuk memperbaiki semua kerusakan yang terjadi. Alternatifnya antara lain adalah sistem Islam seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

“Kami menolak kecurangan Pilpres yang TSMBK karena bertentangan dengan asas jurdil. Perlu alternatif sistem Islam untuk keluar dari keterpurukan dan kungkungan sistem penjajahan yang mendominasi dan mencengkeram Indonesia. Karena sistem ini satu-satunya yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat di Madinah. Dan satu-satunya sistem yang diyakini akan mampu menghadang hegemoni Kapitalisme dan Sosialisle-Komunisme,” tegasnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga