SUARAMERDEKA.ID, Jakarta – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) di Markas GPI. Pertemuan yang berlangsung tidak hanya menjadi ajang nostalgia antar organisasi yang berasal dari akar sejarah yang sama, tetapi juga membahas berbagai isu strategis kebangsaan, keumatan, dan lingkungan hidup. Jakarta, Selasa (4/8/26).
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Korwil PP GPI Indonesia Timur, Talimuddin Rumaratu, S.Sos., M.Si, yang menerima langsung kunjungan Ketua Umum PB PII, Amsal Alfian, S.E., M.E. dan Ketua III PB PII, Risko Hardi. Pertemuan ini menjadi simbol kuatnya hubungan historis dan ideologis antara kedua organisasi yang selama ini dikenal memiliki ikatan perjuangan yang erat.
Sebagai organisasi yang lahir dari rahim sejarah yang sama, GPI dan PII memiliki hubungan yang tidak dapat dipisahkan. Pelajar Islam Indonesia (PII) didirikan pada 4 Mei 1947 sebagai wadah perjuangan pelajar Islam Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan membangun peradaban bangsa. Sementara itu, Gerakan Pemuda Islam (GPI) didirikan pada 2 Oktober 1945, hadir sebagai wadah perjuangan generasi muda Islam yang melanjutkan semangat dakwah, pendidikan, dan pengabdian kepada umat serta bangsa. Kedua organisasi ini didirikan oleh tokoh-tokoh nasional yang sama dan hidup dalam satu rumah perjuangan, yakni Menteng 58 Jakarta Pusat. Karena dasar sejarah itulah, GPI dan PII merupakan saudara kandung ideologis yang memiliki visi besar dalam membangun masyarakat Islam di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Talimuddin Rumaratu yang juga mantan aktivis PII Maluku mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kunjungan PB PII ke Markas GPI.
“Bagi saya pribadi, pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kembali hubungan persaudaraan yang telah terjalin sejak lama. Saya merasa bersyukur didatangi adik-adik dari PB PII. Tradisi silaturahmi dan dialog seperti ini harus terus kita bangun, terutama dalam melihat berbagai persoalan umat dan bangsa yang semakin kompleks,” ujar Talimuddin.
Menurutnya, generasi muda Islam memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antarlembaga kepemudaan dan pelajar menjadi sangat penting untuk memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Selain membahas agenda-agenda strategis ke-PII-an dan penguatan sinergi antarorganisasi, isu lingkungan hidup menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut. Kedua pihak sepakat bahwa krisis lingkungan merupakan persoalan serius yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda, termasuk pelajar dan pemuda Islam.
Dalam diskusi tersebut, Talimuddin menyoroti pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan ke dalam program-program pengkaderan dan pengabdian masyarakat. Ia menilai bahwa PII memiliki instrumen yang sangat potensial untuk membangun kesadaran ekologis di kalangan pelajar melalui Program Perkampungan Kerja Pelajar (PKP).
“PKP merupakan salah satu program unggulan PII yang selama ini menjadi wujud nyata bakti pelajar kepada umat dan bangsa. Program ini memiliki ruang yang sangat luas untuk dikembangkan menjadi gerakan kepedulian lingkungan, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi sumber daya alam, hingga kampanye perubahan perilaku ramah lingkungan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelajar sebagai agen perubahan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran ekologis sejak dini. Melalui kegiatan pengabdian yang terstruktur, pelajar dapat menjadi motor penggerak lahirnya budaya peduli lingkungan di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua Umum PB PII, Amsal Alfian, menyambut baik gagasan kolaborasi yang dibangun bersama GPI. Menurutnya, tantangan bangsa saat ini membutuhkan sinergi yang kuat antara organisasi kepemudaan dan pelajar agar mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan kader, pemberdayaan masyarakat, serta gerakan kepedulian lingkungan yang melibatkan pelajar dan pemuda secara aktif.
Silaturahmi antara GPI dan PII ini menegaskan bahwa persaudaraan ideologis yang telah terjalin selama puluhan tahun tetap hidup dan relevan dalam menjawab tantangan zaman. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, kedua organisasi berkomitmen untuk terus menghadirkan gagasan, gerakan, dan pengabdian nyata demi terwujudnya masyarakat yang maju, berdaya, serta memiliki kesadaran sosial dan ekologis yang kuat. (MLK-M).










