oleh

Guntur : Curah Hujan Mencapai 97, Ditambah Sedimentasi di Sungai Akhirnya Meluap

SUARAMERDEKA.ID – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau lokasi banjir yang melanda kawasan pemukiman di sekitar aliran Sungai Lembu di Desa Kandangan dan Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Selain memastikan kondisi warga tedampak, Ipuk juga menyerahkan bantuan.

“Saya ingin melihat langsung dan memastikan warga yang terdampak dapat tertangani dengan baik,” ungkap Ipuk sembari membagikan sembako kepada warga terdampak, Kamis (4/11/2021).

Banjir yang melanda dua desa yang terletak di kawasan Perkebunan Sungailembu terjadi pada Selasa (2/11/2021) sore. Banjir terjadi setelah setelah turun hujan selama kurang lebih tiga jam yang menyebabkan air sungai meluap. Sebelumnya, selama tiga hari di kawasan perkebunan tersebut juga terjadi hujan yang cukup lebat.

Baca Juga :  Komnas HAM Belum Penuhi Janji Umumkan Tragedi 21, 22, 23 Mei 2019

Saat meninjau lokasi, Ipuk juga ingin mengetahui penyebab agar banjir tersebut tidak terulang. “Penyebab utamanya karena terjadi sedimentasi di Sungai Lembu, sehingga saat diguyur hujan dengan debit air yang tinggi, menyebabkan luapan air ke perkampungan,” terang Ipuk.

Akibatnya sekitar 73 kepala keluarga terdampak banjir, dan satu jembatan yang tergerus pada bagian pondasinya.

 

Di lokasi, Ipuk memerintahkan untuk segera melakukan pengerukan di sepanjang Sungai Lembu yang berpotensi mengakibatkan banjir. “Selain itu, kita juga akan memastikan penyebabnya di hulu, sehingga tidak terjadi proses sedimentasi lagi yang menyebabkan banjir,” terang Ipuk lagi.

Bupati Ipuk juga menjanjikan pondasi jembatan yang terkikis banjir akan dilakukan perbaikan. “Segera kita perintahkan Dinas PU dan Bina Marga untuk melakukan perbaikan. Sembari itu, juga dilakukan normalisasi sungai,” katanya.

Baca Juga :  Propam Polres Muna Safari Ramadhan ke Masjid Nurul Bahri Wamponiki

Hasyim, salah satu warga setempat, menceritakan jika banjir menerjang selama empat jam. Air menggenang setinggi 40 centimeter.

“Masuk rumah warga airnya, kami juga harus mengungsikan ternak kami,” kata Hasyim.

Sementara, Plt Kepala Dinas PU Pengairan Ir. H. Guntur Priambodo, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi mencapai 97.

“Curah hujan tergolong tinggi, ditambah dengan sedimentasi di sungai, akhirnya alur air meluap,” terang Guntur, sapaan akrab Guntur Priambodo, PLt. Kadis DPU Pengairan Banyuwangi. (BUT).

Loading...

Baca Juga