oleh

IKPM Sumsel Yogyakarta Peringati HUT Ke-43

SUARAMERDEKA.ID – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Sumatera Selatan (IKPM Sumsel) Yogyakarta gelar dialog publik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-43 di Balai Sriwijaya, Yogyakarta, Rabu Malam (22/05/2019). Dalam dialog publik tersebut pembicara mengingatkan kembali hal-hal apa saja yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan.

Dialog publik ini mengambil tema “Optimalisasi Nilai-Nilai Kekeluargaan di Tanah Rantau”. Mantan pengurus IKPM Sumsel periode 2012-2014 Abulaka Archaida menjelaskan, IKPM Sumsel terlahir sebagai organisasi daerah tempat putra daerah Sumatera Selatan untuk berkreasi. Sebagai media pembelajaran maupun media pengembangan diri haruslah memperhatikan nilai-nilai intelektual, sosial, budaya dan keagamaan.

“Mari kita gunakan kegiatan milad kali ini mencoba untuk mengingatkan dan merefleksikan kembali hal-hal apa saja yang sudah dilakukan maupun yang belum dilakukan. Tema yang diusung menjadi penguatan kembali semangat kita dalam berorganisasi di IKPM ini. Serta menjadikan kita sebagai pemuda-pemudi yang nantinya diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi. Dalam melakukan pembangunan daerah,” jelas Abulaka Archaida.

Ia melanjutkan, di usia 43 tahun, sudah waktunya berpikir apa yang bisa dilakukan untuk masyarakat Sumsel. Semuanya harus dalam bentuk kegiatan kongkret yang bisa memberikan banyak manfaat. Organisasi daerah ini harus memperbincangkan langkah kedepan, apa yang bisa dilakukan IKPM Sumsel.

“Banyak PR yang harus kita selesaikan. Selain administrasi belum juga problem-problem yang terjadi di Sumsel. Semua itu seharusnya juga kita respon menjadi isu bersama kemudian dicarikan solusi kongkritnya,” tegasnya

Sementara itu Ketua IKPM Sumsel Yogyakarta, Mario Mora mengingatkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan bersama untuk memperkokoh dan memperkuat kembali nilai kekeluargaan dan perseduluran kawan-kawan Sumatera Selatan yang berada di Yogyakarta. Menguatkan kembali nilai-nilai kekeluargaan itu penting, apalagi di era globalisasi.

“Namun perlu diingat bahwa pertemuan dan duduk bersama secara langsung akan memperkuat hubungan emosional kita semua dalam menjaga nilai kekeluargaan kita yang berada di tanah rantau. Sesungguhnya tujuan kita berorganisasi bukan hanya sebagai media belajar selain sekolah atau kampus, akan tetapi juga membuat suatu perencanaan yang besar bagi daerah maupun Negara,” jelas Mario. (AMAN)

Loading...

Baca Juga