oleh

IPW Minta Sultan Hamengkubuwono X Tolak Liga 1 Indonesia Digelar di Jogja

SUARAMERDEKA.ID – Ind Police Watch (IPW) meminta Sultan Hamenkubuwono X dan masyarakat Jogjakarta untuk melarang pelaksanaan pertandingan sepakbola Lanjutan Liga 1 Indonesia 2020. Kedatangan pemain dari berbagai klub dan sporternya dari berbagai daerah itu sangat berpotensi menjadikan Jogja sebagai klaster baru Covid 19.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, meski Jogja tidak menunjukkan zona merah, tapi secara epidemiologis wilayah DIY adalah wilayah yang padat dan tidak tepisahkan. Neta juga meminta agar Jogja tidak dijadikan homebase klub-klub Liga 1.

“Alasan paling utama, adalah meningkatnya pandemik covid-19 di Jogja dalam sebulan ini. Tercatat ada 461 orang dinyatakan positif pada 14 September 2020. Dan melonjak di 23 September menjadi 2.312 yang dinyatakan positif,” kata Neta di Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Lanjutnya, Sultan Hamengkubuwono X harus berani mencontoh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang membuat statemen warga Jakarta jangan datang dulu ke Jawa Barat. Menurutnya, Sultan Hamengkubuwono X perlu menegaskan kepada Polri dan PSSI bahwa angka penyebaran virus Covid 19 di Jogja pada bulan September 2020 wajib dijadikan kewaspadaan

“Apalagi, saat ini banyak sekali lokasi kerumunan warga di Jogja. Seperti di kawasan Malioboro, masih banyak orang tanpa menggunakan masker,” tuturnya.

Neta menambahkan, ada tiga stadion yang akan dipakai sebagai venue pertandingan Liga 1 Indonesia 2020. Yang akan bergulir mulai 1 Oktober 2020. Yaitu Sultan Agung Bantul, Mandala Krida Jogja, dan Maguwoharjo Sleman. Ada 6 klub dari luar Jawa, yang memastikan untuk berhomebase di Jogja. Yaitu Persiraja Banda Aceh, Barito Putra, Borneo FC, Bali United, PSM Makassar dan Persipura Jayapura.

PS Tira Persikabo dan Bhayangkara FC. Persija Jakarta sudah ancang-ancang untuk berhomabase di Bantul. Sedangkan, lawan-lawan klub dari luar Jawa, dipastikan akan bertanding di tiga stadion di Jogja. Yaitu Persib Bandung, Persita Tangerang, PSIS Semarang, Persela Lamongan, Arema FC, Persebaya Surabaya dan Madura United.

Neta menegaskan, kedatangan para pemain dan ofisial tentunya berpotensi tinggi membawa virus Covid-19 tanpa gejala.

“Pertanyaannya, siapa yang menjamin klub-klub yang akan bertanding di Jogja tidak membawa Covid-19? Siapa yang menjamin para suporter mereka tidak akan datang ke Jogja? Jika akibat Liga 1 itu Jogja menjadi klaster baru Covid 19 yang merah meriah, siapa yang harus bertanggungjawab. Apakah PSSI dan LIB mampu menjalankan semua syarat-syarat protokol kesehatan Covid-19?” tanya Neta.

Ketua Presidium IPW ini khawatir, Jogja akan menciptakan klaster-klaster baru dari para pemain dan ofisial klub anggota Liga 1 Indonesia 2020. Karenanya, menurut Neta, sejak awal warga Jogja dan Gubernur Jogja menolak kedatangan semua klub, dan menolak adanya pertandingan sepakbola di wilayahnya.

“IPW berkeyakinan Wakapolri Komjen Gatot sebagai Wakil Ketua Pengendalian Covid 19 tahu persis situasi pandemi sekarang ini,” pungkasnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga