oleh

Ketua DPRD Prihatin Konsidi Unit Damkar Banyuwangi

SUARAMERDEKA.ID – Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana merasa prihatin dengan kondisi unit pemadam kebakaran Kabupaten banyuwangi (Damkar Banyuwangi). Rencananya, pada APBD 2020 akan dianggarkan penambahan 1 unit baru dengan peralatan yang lebih modern.

Keprihatian ini disampaikan I Made Cahyana setelah meninjau ke kantor bidang pemadan kebakaran yang bernaung dibawah Sat. Pol.PP Kabupaten Banyuwangi. Dalam kunjungannya, ia mendapati damkar Banyuwangi memiliki 10 unit mobil damkar. Namun dari 10 unit tersebut, hanya 3 unit yang menurutnya masih layak beroperasi, yang lain dalam kondisi memprihatinkan.

“Untuk saat ini Damkar Banyuwangi mempunyai sepuluh armada, itupun kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Bahkan ada satu mobil yang tahun 1971 berarti sudah udzur melebih cukup usia penggunaan,” kata Made Cahyana, Senin (3/2/2020).

Made Cahyana menjelaskan, jika armada yang sudah cukup tua ini tidak segera diganti maka ditakutkan akan membahayakan keselamatan petugas. Dirinya berharap, kedepan agar peralatan keamanan seperti masker dan tabung oksigen dapat ditambah.

“Kita sudah melihat kondisi armada disini cukup memprihatinkan. APBD tahun 2020 ini nantinya akan dianggarkan dengan penambahan 1 unit armada lagi yang lebih baik dan efisien. Kalau memungkinkan angarannya, kita bisa beli damkar yang lebih cangih dan sesuai dengan fungsinya mengikuti masa era sekarang sudah cangih semua. Masak wilayah kabupten yang luas ini masih mengunakan kendaraan manual, seperti di era Siti Nurbaya. Kendara gini kok masih parkir di kantor Sat Pol PP, seharusnya sudah di musnahkan atau di lelang aja,” ujar Made.

Ketua DPRD Prihatin Konsidi Unit Damkar Banyuwangi
Unit terbaru damkar Banyuwangi

Sementara itu Kasat Pol PP Banyuwangi, Anackletto di hubungi suaramerdeka. id via selulernya, Senin (3/2/2020) membenarkan kalau armada di bidang Damkar kondisi sudah banyak yang tidak laik jalan.

“Iya. Kita Sat Pol PP membawahi bidang Damkar. Kita memiliki 10 unit armada kebakaran, tiga yang laik jalan untuk beroperasi disaat ada kejadian kebakaran. Tiga unit armada truck tanki air, satu truck tanki baru tahun 2019 yang tangguh dan ready ke lokasi TKP kebakaran,” jelas Anackletto.

Letto berharap, kedepan bidang damkar Banyuwangi bisa ditambah armada truk tangki canggih untuk penyemprotan air jarak tinggi dan jauh.

“Karena TKP kebakaran medannya tidak sama. Apa lagi adanya bangunan pencakar langit di Banyuwangi sudah menjamur, seperti berdirinya hotel bintang sudah bermunculan. Bisa jadi kedepan Banyuwangi memiliki gedung apartemen. Minimal bidang Damkar sudah memiliki armada yang balance kecanggihanya,” tutup Letto. (BUT)

Loading...