oleh

Ketua LSM Perintis dan PC Ansor Banyuwangi Geram Terkait Dugaan Tarian Telanjang di Cafe Boom Marina

SUARAMERDEKA.ID – Tayangan salah satu media online Banyuwangi, terkait penari telanjang di pantai Boom Marina, membuat Ketua LSM Perintis, Holili yang juga pemerhati menjadi geram adanya Pengakuan Dwi sasongko Lurah Kampung Mandar Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Dwi sasongko Lurah Kampung Mandar, membenarkan adanya tarian telanjang di pantai marina boom.

Tarian telanjang tersebut menurut Dwi sasongko pada perayaan ulang tahun cafe yang di rayakan di pantai marina boom

Saya Holili abdul ghani selaku tokoh pemerhati menyatakan sikap prihatin apa yang yang di sampaikan oleh kepala kelurahan Kampung Mandar, bapak Dwi sasongko pada tanggal 15 Agustus 2022, dan di beritakan salah satu media online tayangan Banyuwangi tanggal 16/08/22, ini sangat menyayangkan.

” Terkait salah satu cafe yang berada di kawasan pantai Marina Boom merayakan hari ulang tahunnya dengan mengadakan tarian telanjang, ini sangat mencoreng nama baik banyuwangi yang baru-baru ini telah menyatakan daerah Bumi Sholawat ” terang Holili, selasa (22/08/2022).

Baca Juga :  MPR Tidak Berhak Melantik Presiden. Opini Prihandoyo Kuswanto

Secara terpisah Pimpinan Cabang (PC) Ansor Banyuwangi, Ikhwan Arif mengambil sikap terkait tarian telanjang di salah satu cafe dikawasan pantai Marina Boom, Ada tiga poin yang disikapi PC Ansor Banyuwangi.

“Sikap PC Ansor Banyuwangi, 1. Pernyataan lurah perlu kita telusuri kebenarannya. 2. Sikap PC Ansor Banyuwangi dan Banser jelas, jika tari telanjang benar benar terjadi, harus kita tegur dan harus diberi sangsi yg pantas bagi yg melaksanakan tari telanjang tersebut, jika perlu dilakukan penutupan. 3. PC Ansor Banyuwangi dan Banser se-Banyuwangi dalam hal ini akan siap mendukung pihak pihak berwenang untuK menertibkan kejadian tersebut, dan jangan sampai terulang kembali di Kabupaten yg kita cintai bersama INI.” tegas PC Ansor Banyuwangi, Ikhwan Arif dalam pengambilan sikapnya.

Baca Juga :  Erna Rasyid Taufan Ingatkan Keutamaan Melayat Orang Meninggal

Holili.menambahkan, saya sebagai orang NU (Nahdlatul Ulama) saya tidak terima ini sudah melecehkan orang-orang NU terutama tokoh-tokoh NU yang ada di kabupaten Banyuwangi, bahkan areal cafe yang mengadakan tarian telanjang itu sangat dekat dengan zona dalam kota dan dekat juga sama kantor NU, sedangkan basis lingkungan itu mayoritas muslim. Saya berharab pihak kepolisian khususnya polresta Banyuwangi untuk menelusuri dan menindak tegas kalau memang betul apa yang di sampaikan oleh Dwi sasongko Kepala Kelurahan Mandar. Saya ingin ada ketegasan hukum di Kabupaten Banyuwangi terkait persoalan ini.

” Dengan adanya perayaan ulang tahun cafe di Pantai Boom Marina dengan menyuguhkan tarian telanjang sungguh sangat melecehkan kota Banyuwangi dan saya menyayangkan sikap Polresta Banyuwangi yang terkesan tutup mata ” imbuh Holili.( BUT).

Loading...

Baca Juga