oleh

Soal Kondisi RSUD Raha, Direktur Salahkan Anggaran dan Managemen Terdahulu

SUARAMERDEKA.ID – Kondisi RSUD Raha saat ini adalah dampak dari minimnya anggaran yang diterima Pemda Kabupaten Muna selaku pemilik rumah sakit. Managemen merasa kesulitan karena kondisi seperti sekarang ini adalah peninggalan dari managemen sebelumnya.

Demikian dikatakan Plt. Direrktur RSUD Raha Hj. Sitti Nurwiah SE menanggapi keluhan dari Komisi III DPRD Kabupaten Muna mengenai kondisi rumah sakit milik Pemda Kabupaten Muna ini. Keluhan tersebut disampaikan sesaat sebelum berangkat ke Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membahas soal akreditasi RSUD Raha, Kamis (22/8/2019). Ditemui di RSUD Raha, Senin (26/8/2019), Sitti Nurwiah mengaku upayanya sudah maksimal.

Soal Kondisi RSUD Raha, Direktur Salahkan Anggaran dan Managemen Terdahulu
Tumpukan sampah di depan RSUD Raha, Senin (26/8/2019)

Ia menjelaskan, soal rembesan yang terjadi di ruangan, pihaknya sudah menganggarkan untuk dilakukan perbaikan. Hanya saja ia meminta untuk bersabar, karena semuanya butuh waktu.

“Sudah ada anggaran kita punya menu. Pokoknya Desember sudah selesai semua,” kata Sitti Nurwiah.

Saat ditanya soal ijin Istalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL), ia hanya menjelaskan bahwa RSUD Raha sudah memiliki IPAL.

“Ipal sudah, Ipal ada, terpakai,” jawabnya singkat.

Terkait kondisi sampah yang menumpuk di depan rumah sakit, ia menuding kesalahan tersebut berasal dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Muna. Sedangkan ketidaktersediaan insinerator yang khusus didesain menangani limbah klinis, ia mengaku sudah melaporkan persoalan ini ke Bupati Muna.

“Kalau sampah kan BLH punya urusan. Soal insinerator, kami sudah sampaikan kepada pak Bupati. Tapi mahal sekali harganya. Terus di DAK (Dana Alokasi Khusus-red) kami coba juga, tidak ada dia punya menu. Saya kira semua mau rumah sakit ini bagus, hanya kami tergantung dengan anggaran,” tutur Sitti Nurwiah.

Plt. Direrktur RSUD Raha ini menyalahkan managemen terdahulu saat ditanya soal kondisi RSUD Raha di ruang rawat inap Flamboyan 1. Berdasarkan pantauan wartawan, ruangan tersebut kini tidak terpakai. Kloset di kamar mandi ruangan tersebut terlihat meluap hingga kotorannya meluber ke kamar mandi.
Soal Kondisi RSUD Raha, Direktur Salahkan Anggaran dan Managemen Terdahulu
Kondisi RSUD Raha di lorong ruang rawat inap, Senin (26/8/2019)

“Sementara kami benahi, hanya kan ini peninggalan (managemen-red) yang lalu. Gimana lagi macam ini. Seperti septictank ini. Coba dibikin lebih tinggi daripada….(tidak meneruskan kata-kata-red),” ujarnya.

Saat ditanya mengenai anggaran yang sudah dikucurkan Pemda Muna kepada RSUD Raha sebanyak 10 miliar dan 2 miliar, ia hanya menjawab singkat.

“Ini kan dua (miliar-red) lebih,” katanya sambil menunjuk ke arah pagar rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, saat ini di RSUD Raha terdapat 2 papan plang proyek pembangunan. Plank pertama untuk penataan lingkungan, senilai 2.9 miliar lebih. Untuk plang kedua untuk pembangunan dan rehabilitasi kelas I, II, III.

Jika yang dimaksud pada plang pertama adalah pembangunan pagar, pembangunan pagar ini sendiri beberapa saat lalu sempat memicu kontroversi karena dibangun dengan bahan batu kapur. Pagar tersebut kemudian dibongkar kembali dan dibangun dengan bahan sesuai dengan RAB. (MAC)

Loading...

Baca Juga