oleh

Pelajar SMPN 2 Glagah Gelar Pawai Tarhib Sambut Ramadan 1445 H

SUARAMERDEKA.ID – Sejumlah 600 pelajar beserta guru dan karyawan Tata usaha mengikuti Pawai Tarhib Ramadan yang digelar di kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (9/3/2024) pagi. Para pelajar menyambut datangnya bulan suci Ramadan ” Marhaban Ya Ramadhan” dengan optimis serta semangat bersuka cita.

Pawai digelar dengan start halaman SMPN 2 Glagah, di berangkatkan camat Glagah, Sri Widyanto dengan rute kantor kecamatan Glagah, berputar balik hingga finish di halaman SMPN 2 Glagah.

Menurut kepala SMPN 2 Glagah, Ustad Karyono mengatakan kalau Pawai Tarhib Ramadan merupakan budaya yang biasa digelar menyambut Bulan Puasa yang tidak boleh dipunahkan.Biasanya, pawai digelar di kampung-kampung untuk membuat suasana jelang Ramadan lebih meriah.

Baca Juga :  Tawarkan Kenaikan Pangkat, BKPSDM Minta ASN Aceh Singkil Tidak Tanggapi Penelpon Gelab

“Pawai ini di lakukan pelajar SMPN 2 Glagah, mungkin satu satunya SMPN yang mengadakan giat menjelang bulan Suci Ramadhan, setelah SMPIT Al Uswah. intinya ini kegiatan untuk menyambut Ramadan dengan suka cita dan bahagia.” kata Ustad Karyono, Sabtu (9/3/2024), di depan halaman SMPN 2, di dampingi camat Glagah Sri Widyanto.

Karyono menambahkan Pawai Tarhib Ramadan juga menjadi bagian dari edukasi kepada anak-anak TK / PAUD, SD / MI. Dengan kemeriahan dan kegembiraan selama pawai , mereka akan merasakan bahwa Ramadhan bukan hal yang berat.

‘Anak-anak PAUD dan SD bisa menjalankan ibadah selama Ramadan dengan bahagia dan memahami puasa Ramadan adalah sesuatu yang sehat dan bagian dari kewajiban seorang beragama Islam. Kerena Pawai Tarhib Ramadan membawa banyak hal positif. Dengan harapan pawai tersebut juga dapat turut digelar oleh lembaga pendidikan Islam lainnya di wilayah masing-masing.” tambah Karyono.

Baca Juga :  Ketua DPRD Seram Bagian Barat Divaksin: Tidak Ada Reaksi Apa Pun

Pawai Tarhib Ramadan adalah agenda tahunan yang digelar untuk menyambut Bulan Suci “Marhaban Ya Ramadhan” menjadikan karakter utama, sehingga semua akan merasa Ramadan menjadi momentum yang tidak menyiksa, tapi justru menyenangkan, serta semangat untuk mengintegrasikan ilmu agama dengan cabang pembelajaran lain.(BUT).

Loading...