oleh

Pembubaran FPI, Haruskah?

Pembubaran FPI, Haruskah?

Ditulis oleh: Malika Dwi Ana, Pengamat Sosial Politik.

Tulisan ini bukan dalam rangka membela FPI atau memprotes keputusan penguasa. Hanya sedikit berpikir, kok pemerintah seneng banget sih ngabisin energi buat FPI, tapi APBN digarong masabodoh.

Emang sih soal nama FPI bisa ganti. Andai nama ‘Messi’ di Spanyol diharamkan, toh tinggal ganti semisal jadi Ujang, Slamet atau Cecep, dan tidak akan mempengaruhi skill dia juga.

Tapi bukan itu substansinya. Kalo polisi bikin kekacauan, yang ditindak itu oknum polisinya, bukan bubarin instansinya, demikian pula FPI.

Organisasi itu TIDAK dapat dibubarkan dari luar. Sebuah organisasi akan bisa dibubarkan hanya jika para pendiri, para penasehat, para pengurus sepakat bahwa terjadi ketidak cukupan sumber daya untuk mengarahkan organisasi menuju tujuannya. Itu adalah keputusan internal dengan musyawarah dan mufakat secara nyata.

Silakan saja dibubarkan, dan segera setelahnya tak akan ada kesulitan untuk kembali merekrut massa yang lebih besar dan militan. Dan negara akan kesulitan mengontrolnya.

Akan menjadi sangat berbahaya apabila organisasi seperti FPI yang militan menjadi organisasi bawah tanah. Tujuan organisasinya bukan lagi sekedar kritik, tetapi mengumpulkan sekuat-kuatnya sumber daya agar para pengurusnya dapat duduk secara formal dalam lembaga legislatif, eksekutif, atau yudikatif bahkan milliter dalam sebuah gelar operasi yang sangat rahasia untuk memenangkan tujuan-tujuan ideologisnya, bukan sekedar tujuan strategis dan taktis.

Jangan anggap enteng FPI sebagai organisasi, andaipun sangat benci dan sinis terhadap corak perilakunya, organisasi sekecil sekumpulan semut pun punya kemampuan untuk ber-evolusi dari sekedar sekumpulan semut tak berbahaya menjadi Marabunta yang kekuatannya melampaui harimau dan gajah, apalagi organisasi bawah tanah yang solid. Karena ada unsur “ideologi”, dan ketika itu mengena dan menyasar tepat ke sasaran, maka terbentuklah “spora”. Semakin keras dikikis, akan semakin lebat tumbuhnya dan semakin kuat akarnya.

Kunci dari nation leadership adalah kemampuan berkomunikasi. Ada yang namanya personal approach untuk mensikapi berbagai persoalan yang ada, tidak cukup dengan cara-cara normatif saja. Jika komunikasi seorang pemimpin jelek, ya wassalam, jangan pernah salahkan rakyat.

Loading...

Baca Juga