oleh

Perum Damri Sorong Keluhkan Rencana Pengerjaan Aspal Tanjakan Gunung Della

SUARAMERDEKA.ID – Pekerjaan peningkatan ruas Jalan Nasional tanjakan Gunung Della yang menghubungkan Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw mengakibatkan trayek Bus angkutan umum terhenti.

Kepala Perum Dambri Sorong Muhammad Isak Renyaan saat ditemui suaramerdeka.id di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019) menyampaikan bahwa dengan adanya rencana pengerjaan pengaspalan ditanjakan Gunung Della mengakibatkan trayek Kabupaten Sorong-Kabupaten Tambrauw terhenti kurang lebih satu minggu. Hal ini merugikan Perum Damri dan masyarakat pengguna jalan.

“Menyangkut kerugian, kami pihak Perum Damri belum bisa kalkulasikan berapa besar kerugiannya. Sebab bus yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sorong-Kabupaten Tambrauw mendapat subsidi. Dari Kementerian Perhubungan melalui Balai Perhubungan Darat. Oleh sebab itu, jika bus tidak beroperasi sehari maka Dana Subsidi tersebut dikembalikan ke kas negara,” kata Isak Renyaan.

Lanjutnya, Damri tidak bisa melayani masyarakat Tambrauw jika jalan di tanjakan Gunung Della tidak dibenahi secepatnya. Sebab bus 3/4 yang beroperasi ke Kabupaten Tambrauw memiliki keterbatasan. Yakni kesulitan menaiki tanjakan yang sangat tinggi.

“Saya sangat mengharapkan kepada Pemda Provinsi Papua Barat, Pemda Kabupaten Tambrauw dan Kementerian PUPR. Untuk memperhatikan kondisi ruas jalan Sorong – Tambrauw. Dan Masyarakat diharapkan agar bus yang beroperasi ke Kabupaten Tambrauw untuk dijaga bersama-sama. Demi kelangsungan pelayanan masyarakat,” harap Isak Renyaan.

Awak media mendatangi Kantor Satker PJN Wilayah II Sorong, Selasa (25/6/2019), untuk mengkonfirmasi rencana pengerjaan pengaspalan yang mengakibatkan Bus tidak beroperasi ke Kabupaten Tambrauw. Kemudian para awak media menghubungi PPK dan Kepala Satker PJN Wilayah II Sorong melalui Via SMS dan Telephone Seluler. Namun PPK dan Kepala Satker PJN Wilayah II Sorong belum dapat dikonfirmasi. (OSB)

Loading...

Baca Juga