oleh

Lima Orang Melapor ke Polres Muna, Diduga Buntut Anggota DPRD Muna Ancam Istri Polisi

SUARAMERDEKA.ID – Diduga akibat anggota DPRD Muna mengancam istri anggota Polri, satuan Reskrim Polres Muna menerima lima pengaduan. Saat ini Satreskrim Muna sedang mendalami kelima laporan tersebut.

Menurut keterangan salah satu pelapor, Eka, kejadian berawal pada Minggu (20/4/2020), sekitar pukul 21.45 WITA. Seorang anggota TNI yang bertugas di Kodim 1416 Raha Serda Syukur, mendatangi rumah Nanang seorang warga BTN Olive Wakorambu Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia mendatangi rumah Nanang dengan maksud meminta pemilik rumah berhenti karaoke-an di malam hari.

“Tak lama kemudian, muncul M Alang, seorang anggota DPRD Kabupaten Muna, dari fraksi PKB. Turun dari motornya, dan langsung berteriak “Siapakah yang buat keributan”. Dijawab oleh Pemilik rumah Nanang, “tidak ada yang ribut disini”,” kata Eka di Mapolres Muna, Rabu (22/4/2020).

Ia melanjutkan, namun entah apa sebabnya, Alang tiba-tiba menyebut nama Budi, suami Eka seorang anggota Polri yang bertugas di Polres Muna. Eka yang kebetulan berada di rumah Nanang, mengaku kaget mendengar nama suaminya disebut-sebut anggota DPRD Muna dengan nada tinggi.

“Saya langsung mengatakan, “kenapa kamu ini sebut-sebut nama suamiku?” Dan kemudian Alang mengatakan, “Binatang…, Ko tidak tahu saya kah, saya ini anggota DPR,”. Lalu kemudian dia mendekati saya berkali-kali dengan (mengucapkan-red) kata-kata kasar dan mencoba memukul saya,” ujar Eka.

Ia menambahkan, saat itu Alang sempat mengancam akan memanggil orang-orang dari luar komplek BTN untuk datangi rumah Nanang. Aksi tersebut diredam oleh Yudi (tetangga Nanang yang lain) yang juga kebetulan berada di rumah Nanang. Kejadian malam itu yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut dan mereka pun kembali ke rumah masing-masing.

Eka melanjutkan, keesokan harinya, Selasa (21/4/2020) Budi yang mengetahui perlakuan Alang kepada istrinya memutuskan untuk mendatangi rumah Alang untuk mengklarifikasi kejadian minggu malam. Budi pun kemudian mendatangi rumah Yudi bahwa ia akan ke rumah Alang. Yudi pun berusaha untuk mencegah Budi untuk mendatangi rumah Alang, namun Budi berkeras. Akhirnya Budi pun berangkat ke rumah Alang.

Sekitar pukul.19.00 ITA, Budi berangkat menuju ke rumah anggota DPRD Muna Fraksi PKB tersebut. Sesampai di tujuan, memanggil nama Alang, namun yang bersangkutan tidak keluar atau tidak ada di tempat.

“Tak berselang lama, tiba-tiba datang sekitar 20 orang dari luar BTN, dengan membawa senjata tajam mendatangi Budi, lalu mengelilinginya. Bahkan ada dua diantara mereka yang sudah mengeluarkan nada ancaman. Dan satu diantaranya meletakan parang di leher Budi, sehingga menyebabkan leher anggota polisi itu terluka. Yudhi yang menyusul ke rumah Alang pun nyaris juga jadi korban,” kata Eka.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muna, IPTU Hamka SH MM, membenarkan adanya laporan pada hari Senin (20/04/2020) dan Rabu (22/04/2020). Ia juga menjelaskan, Polres Muna telah menerima 5 laporan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun Hamka tidak merinci siapa saja pelapornya dan siapa saja yang menjadi terlapor.

“Kami masih akan melakukan penyelidikan dan pengambilan keterangan. Baik itu terhadap korban, saksi maupun terlapor, untuk bisa dilakukan tindakan hukum. Karena dalam perkara ini, ada lima laporan polisi, yang posisinya salign melaporkan dengan isi laporan berdasarkan laporan adalah pengancaman. Yang jelasnya, kami dari kepolisian akan menjalankan tugas dan tanggung jawab, sesuai SOP,” tegas Hamka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat diantara lima pelapor adalah Eka, Budi, Yudi dan Nanang. Tim berusaha menghubungi Alang, namun hingga berita ini ditayangkan, anggota DPRD Muna Fraksi PKB ini belum dapat dikonfirmasi. (MAC)

Loading...

Baca Juga