oleh

PP GPI Dukung Kapolri Berantas Mafia Tanah

SUARAMERDEKA.ID – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Islam (GPI) mendukung penuh pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas mafia tanah. Maraknya pengambilan hak tanah dari tangan yang berhak dengan berbagai cara ini disebut sebagai salah satu permasalahan yang sudah mengakar dan tak mampu dihilangkan hingga saat ini.

Menurut Ketua Bidang Maritim dan Agraria PP GPI Abdullah Kelrey, persoalan tanah adalah bagian terpenting yang harus segera dibereskan oleh negara. Pasalnya, persoalan ini sudah sangat panjang dan hingga saat ini negara belum mampu menuntaskannya.

“Kasus sengketa tanah bisa terjadi oleh siapa pun. Baik individu dengan pemerintah, antar masyarakat maupun tetangga. Sengketa tanah juga terjadi antara terkait Hak Guna Usaha, tanah adat, tanah warisan, sengketa batas dan lainnya,” kata Kelrey di Menteng Raya 58 Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2021).

Ia menjelaskan, dari data Kementerian Agraria dan Tata Ruang, tercatat dari 2.145 sengketa agraria yang ditangani pada 2015, hanya 947 kasus yang terselesaikan. Pada 2016, persoalan yang selesai mencapai 1.570 dari 2.996 sengketa. Tahun 2017, pemerintah hanya menyelesaikan 1.034 perkara dari 3.293 kasus yang ditangani.

Tahun berikutnya, menurut Ketua Bidang Maritim dan Agraria PP GPI, sejumlah 2.546 kasus terjadi dengan kasus selesai sejumlah 1.652 kasus. Tahun lalu, tercatat ada 8.959 kasus sengketa yang 56 persennya terjadi antar masyarakat, antara tetangga dengan tetangga, dan sengketa batas.

“Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR-red) Sofyan Djalil mengaku, sengketa pertanahan menjadi masalah yang paling sering disengketakan di pengadilan. Bahkan, 70 persen perkara di pengadilan disebut timbul karena konflik tanah,” imbuhnya.

Ketua Bidang Maritim dan Agraria PP GPI ini menilai, persoalan tanah sampai saat ini menjadi konsen pemerintah dibawah kepemimpinan Joko Widodo. Karenanya. Pihaknya mendukung pernyataan Kapolri untuk memberantas mafia tanah.

“Saya sangat apresiasi atas kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Terkait pemberantasan Mafia Tanah,” tutup Ketua Bidang Maritim dan Agraria PP GPI.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memerintahkan kepada jajarannya untuk menyikat semua mafia tanah di Indonesia. Seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal dalam melakukan proses hukum terkait dengan pidana mafia tanah. Sebagai aparat penegak hukum, Sigit menyebut, polisi harus menjalankan tugasnya untuk membela hak yang dimiliki dari masyarakat.

“Saya perintahkan untuk seluruh anggota di seluruh jajaran untuk tidak ragu-ragu dan usut tuntas masalah mafia tanah, kembalikan hak masyarakat, bela hak rakyat tegakkan hukum secara tegas,” kata Sigit, Kamis (18/2/2021). (AMN)

Loading...

Baca Juga