SUARAMERDEKA.ID, JAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Khoirul Amin, SH., MH., menegaskan komitmen organisasinya dalam mengawal penegakan hukum dan supremasi hukum di Indonesia tanpa pandang bulu.
Hal ini disampaikan menanggapi isu dan proses hukum yang tengah berjalan terkait dugaan tindak pidana penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah perwira tinggi kepolisian, termasuk mantan Kapolri, yaitu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Dalam keterangan resminya di Markas PP GPI, Jalan Menteng Raya No. 58, Jakarta Pusat, Selasa (04/11/2026). Khoirul Amin menyampaikan, bahwa penyadapan secara ilegal adalah ancaman nyata bagi keamanan nasional.
“Kami menilai bahwa praktik penyadapan tanpa izin sah adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, privasi warga negara, serta ancaman nyata bagi keamanan nasional dan meruntuhkan integritas lembaga penegak hukum,” tegas Ketum PP GPI.
Lebih lanjut, Khoirul Amin mengecam keras tindakan kotor para jenderal pengkhianat institusi tersebut. Bagi PP GPI, mereka bukanlah aparat pelindung rakyat, melainkan jenderal-jenderal hitam yang terbukti merusak marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Mereka sudah kehilangan jiwa nasionalisme, tidak lagi berjiwa Merah Putih, dan tega menggadaikan sumpah jabatan demi kepentingan syahwat kekuasaan,” tandas Amin dengan nada berapi-api.
Oleh karena itu, PP GPI menuntut agar para oknum perwira tinggi yang terlibat segera diseret ke meja hijau dan dihukum mati.
“Kami menilai hukuman mati sepadan dengan pengkhianatan yang luar biasa terhadap negara, penyalahgunaan kekuasaan, serta ancaman nyata yang mereka timbulkan terhadap stabilitas keamanan nasional,” harapnya.
PP GPI juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Meskipun baru 34 hari memegang tampuk kepemimpinan tertinggi di Polri, Jenderal Suyudi dinilai langsung tancap gas dan sukses mencetak hattrick prestasi lewat tindakan tegas dan keberaniannya membersihkan internal kepolisian.
“Sikap tegas dan keberanian luar biasa dari Kapolri baru patut kita banggakan dan dukung penuh. Ini adalah angin segar agar Polri benar-benar bertransformasi menjadi institusi yang bersih, profesional, semakin dekat, dicintai, serta mampu mengayomi rakyat secara nyata,” pungkasnya. (MLK-M)






