oleh

Buntut Kisruh Audiensi Sewa Pulau Tabuhan, MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi Minta Bupati Copot Sekda

SUARAMERDEKA.ID – Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Banyuwangi (MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi) Zamroni meminta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (A3) mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Mujiono. MM. Pasalnya, Sekda Banyuwangi dinilai bertanggungjawab atas kericuhan yang terjadi pada pertemuan pembahasan pulau Tabuhan, Selasa (3/3/2020) malam di Pendopo Sabha Swaghata Blambangan.

Pernyataan ini sampaikan Zamroni melalui surat resmi yang ditujukan kepada Bupati A3, Rabu (4/3/2020).  Ia menduga ada rekayasa sehingga pertemuan tersebut tidak kondusif. Pihak kontra, diantaranya Forum Peduli Banyuwangi (FPB) dan Pemuda Pancasila Banyuwangi beserta sejumlah elemen lainnya memilih walkout.

“Patut diduga kegagalan pertemuan tadi malam ( Selasa-red), disamping disebabkan kesalahan pihak pengundang juga ada dugaaan adanya rekayasa untuk kepentingan pihak tertentu. Untuk menjustifikasi pihak tertentu,” kata Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Rabu (4/3/2020) di Banyuwangi.

Ia menegaskan, selaku salah satu lembaga undangan dalam audiensi, Pemuda Pancasila Banyuwangi merasa kecewa dengan pihak pengundang. Pada acara tersebut, pihak pengundang adalah Ir. H. Mujiono. MM selaku Sekda Banyuwangi.

Buntut Kisruh Audiensi Sewa Pulau Tabuhan, MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi Minta Bupati Copot Sekda
Surat resmi MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi kepada Bupati A3

Disamping hanya memaparkan kepentingan inventasi, pertemuan dinilai minim pemaparan yang menyangkut keterlibatan masyarakat Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Padahal, mereka adalah masyarakat nelayan dan pelaku pariwisata yang setiap hari bersinggungan dengan pulau Tabuhan.

Selain itu, kesalahan dari pihak pengundang adalah mempertemukan pihak pro dan kontra penyewaan Pulau Tabuhan dalam satu lokasi. Meskipun pertemuan tersebut dihadiri Bupati A3, namun Zamroni meyakini inisiatifnya bukan berasal dari Bupati.

“Kegagalan audiensi akibat terjadinya kekisruhan itu disebabkan adanya kesalahan dari pihak pengundang. Karena pihak yang pro dan kontra dipertemukan dalam satu tempat. Sepanjang sejarah pemerintah Bupati Abdullah Azwar Anas tidak pernah menghadiri pertemuan yang melibatkan LSM, ormas dan media nassa,” tegas Zamroni SH.

Menilik kenyataan tersebut, Ketua MPC Pemuda pancasila Banyuwangi ini meminta Bupati A3 untuk segera mencopot Mujiono dari jabatan Sekda.

“Untuk itu kami mendesak Bupati untuk memberi sanksi tegas terhadap pihak penyelenggara audiensi tentang Pulau Tabuhan. Terutama pihak pengundang, Ir. H. Mujiono. MM selaku Sekda Banuwangi untuk dicopot dari jabatanya,” ujar  Zamroni. (BUT)

Loading...