oleh

Rumah Pembuat Tempe di Banyuwangi Terbakar, Warga Panik Saat Dengar Letupan

SUARAMERDEKA.ID – Warga Jalan Kalilo, Kelurahan Pengantigan, Senin (10/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, dikejutkan suara letupan di barengi kepulan asap.Sumber suara ternyata berasal dari sebuah rumah tempat produksi tempe yang tengah tutup. Api dengan cepat membesar, namun berhasil dipadamkan dalam waktu singkat oleh tim Damkarmat Banyuwangi.

Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Banyuwangi, Salam Bikwanto, mengatakan laporan pertama diterima call center pada pukul 15.35 WIB. “Dua menit setelah laporan masuk, tim langsung bergerak. Pukul 15.40 WIB kami tiba di lokasi. Api berhasil dipadamkan tuntas pada 15.46 WIB.” tegasnya.

Di lokasi, petugas mendapati api membubung dari area tungku dan merambat ke atap bangunan. Tim segera memasang selang dan nozzle dari unit Ayaxx 03, lalu mengarahkan semprotan air tepat ke titik api. Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi.

Baca Juga :  Nazmiannoor Jadi Wasit Nasional Piala Bupati Kutim Open I 2019

Saksi mata, Muhammad Hidayat (30), mengatakan sebelum api terlihat, ia mendengar suara letupan dari dalam bangunan.

“Tempatnya lagi tutup. Saya dengar bunyi kayak ledakan kecil, terus keluar asap banyak.” cerita Hidayat. Ia lantas meminta bantuan warga dan memberi tau pemilik usaha, Indasa Laili (40). Warga lain langsung menghubungi call center Damkarmat.

Hasil asesmen Damkarmat mengungkap api berasal dari tungku kayu yang belum sepenuhnya padam. Sisa bara dalam tungku memicu api yang kemudian menyambar kayu kering di sekitarnya hingga merambat ke bagian atap.

Dalam upaya pemadaman ini, Damkarmat mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam yakni Ayaxx 03, Fire Doom 04, dan Hino 02. Regu Brama 3, Redkar, staf humas, unsur kelurahan, serta warga sekitar turut membantu proses penanganan.

Baca Juga :  PW GPI Sumut Antarkan Surat Dukungan UU TNI Ke Kodam I Bukit Barisan

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp7 juta. Petugas mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan sumber api benar-benar padam, terutama pada usaha yang masih mengandalkan tungku kayu.

“Kelalaian sekecil apapun bisa berubah menjadi kebakaran besar.” pungkas Salam.(BUT).

Loading...