oleh

Sekjen PP GPI: Kotak Amal Teroris Versus Kotak Rampok Dana Bansos dan PCR

SUARAMERDEKA.ID – Detasemen Khusus (Densus 88) Anti Teror Mabes Polri, menyita ratusan kotak amal yang diduga milik kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI) di Lampung sebagai barang bukti.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Khoirul Amin. Saat di hubungi melalui telephon menjelaskan.

“Saya mengapresiasi kerja cepat Densus 88 dalam mengantisipasi teroriame di Indonesia. Saya bangga karena Negara begitu gagah dan kuat dalam menghadapi para teroris,” tegas mantan Presiden Mahasiswa Univertas Cokroaminoto Yogyakarta, Selasa (9/11/2021).

“Akan tetapi, saya sangat prihatin melihat Negara seakan tidak punya nyali dan tidak berdaya untuk menghadapi pejabat yang korup dan merampok uang rakyat,” lanjut Amin.

Baca Juga :  TNI-Polri Dalam Menangani Teroris OPM di Papua tidak Pernah Melibatkan Masyarakat Sipil

Padahal, jelas Amin, bahwa Teroris yang sesungguhnya itu adalah para mafia dana bansos dan tes Antigen serta PCR. Yang harus segera ditangkap dan diadili.

“Para perampok dana bansos dan tes PCR dalam situasi pandemi, menurut saya lebih berbahaya dari teroris yang sebenarnya. Mereka lebih mematikan secara sistematis dan menyengsarakan rakyat,” tandas Khoirul Amin.

Mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Senat Mahasiawa Hukum Indonesia (Ismahi), tersebut juga berharap. Para penegak hukum jangan sampai kalah terhadap teroris yang sebenarnya.

“Para penegak hukum, harus segera menangkap para mafia bansos dan PCR, mereka adalah teroris yang sebenarnya. Mereka adalah orang-orang yang tidak punya hati, merampok uang rakyat ditengah pandemi dan Negara dalam kondisi sulit. Mereka adalah orang-orang yang pantas dihukum mati,” pungkas Amin (RED).

Baca Juga :  Soal RUU HIP, PKS Sebut Mahfud MD Terkesan Lakukan Kebohongan Publik
Loading...

Baca Juga