oleh

Sepucuk Surat Untuk Kawan. Opini Chaerudin Affan

Sepucuk Surat Untuk Kawan

Ditulis oleh: Chaerudin Affan, Indonesian Club.

Luruskan niat sucikan hati. Kata-kata yang terngiang sejak saat itu merupakan sebuah cara menemukan gerbang yang membawa negara ini menuju cita-cita luhurnya. Gerbang yang selama ini tertutup kabut tebal hawa nafsu duniawi.

Kuncinya adalah doa dan usaha. Bergerak disemua sektor yang rusak dengan jiwa-jiwa yang membusuk karena harta dan tahta. Sudah sekian lama negara ini hanyut dalam arus globalisasi dan menjauh dari cita-citanya. UUD 45 yang merupakan kompas penunjuk arah, bukan hanya tidak dipakai tapi di otak-atik hingga tak berjalan lagi fungsinya.

Semua teriak atas nama negara, namun sulit mencari kepentingan negara yang tertumpuk kepentingan pribadi dan golongan. Untungnya masih ada yang tercerahkan dan tidak sedikit mereka memilih diam.

Diam mereka bukan sebuah ketidak pedulian. Hanya sekedar menunggu fungsinya dijalankan. Mereka yang tercerahkan namun diam dalam politik sejatinya sedang menyiapkan kendaraan baru dan memperbaiki kompas yang dirusak, agar dapat membawa negara ini kearah cita-cita luhurnya. Mereka tidak diam. Mereka tidak bersembunyi. Mereka bergerak. Mereka ada dibawah tumpukan kebisingan politik.

Setelah kebisingan terbakar teriknya matahari dan abunya diguyur derasnya hujan, mereka akan nampak dipermukaan dengan kendaraan yg telah mereka persiapkan dan kompas yg sudah diperbaiki. Mereka adalah golongan Muda yg tercerahkan, seperti mana golongan muda dimasa sebelumnya, tentunya dengan gaya yang berbeda. Dibawah Dwi Warna Sang Panji,
Diatas Persada negri ini, mereka setia dan perwira.

Loading...

Baca Juga