SUARAMERDEKA.ID – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Daerah Khusus (DK) Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dinilai menjadi babak baru kebangkitan Kota, Jakarta, Senin, (11/02/2026).
Berbagai langkah strategis, pendekatan humanis, serta kebijakan yang menyentuh langsung denyut nadi masyarakat membuat Jakarta terasa bergerak dengan ritme yang lebih progresif, tertata, dan penuh harapan.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Serly Oklianti, Anggota Caretaker Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (PW GPI) Jakarta Raya, yang juga dikenal sebagai bagian dari tim sukses pemenangan Pramono Anung Rano Karno di wilayah Jakarta Timur.
Menurut Serly, satu tahun ini bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan fase transformasi yang nyata.
Ia menilai kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno menghadirkan wajah Jakarta yang lebih ramah, lebih terbuka, serta lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat kecil.
“Kepemimpinan Pak Pram dan Bang Doel bukan hanya bekerja di balik meja, tetapi benar-benar turun menyentuh persoalan warga. Jakarta hari ini terasa lebih hidup, lebih tertata, dan lebih manusiawi,” Ujar Serly.
Serly menambahkan, berbagai program yang dijalankan selama setahun terakhir memperlihatkan keseriusan pemerintah provinsi dalam menata ulang sistem pelayanan publik, infrastruktur kota, hingga penguatan ruang sosial masyarakat.
Ia menyebut, sinergi antara kebijakan dan eksekusi di lapangan menjadi kunci yang membuat Jakarta mengalami percepatan kemajuan.
“Kita melihat bagaimana tata kota diperbaiki, pelayanan publik dipermudah, hingga ruang-ruang interaksi warga diperluas. Ini bukan sekadar program, ini adalah gerakan perubahan yang terasa langsung,” Tambahnya.
Sebagai aktivis kepemudaan dan bagian dari elemen masyarakat yang turut mengawal proses demokrasi di Jakarta, Serly merasa bangga karena harapan yang dulu diperjuangkan kini mulai terlihat wujudnya.
Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno yang dinilai komunikatif, terbuka terhadap kritik, serta responsif terhadap aspirasi warga.
“Pemimpin yang baik adalah yang mau mendengar. Dan itu kita lihat jelas dari sosok Pak Pram dan Bang Doel. Mereka tidak berjarak dengan rakyatnya,” Tegas Serly.
Bagi PW GPI Jakarta Raya, satu tahun ini menjadi momentum penting untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan elemen kepemudaan dalam membangun Jakarta yang inklusif, adil, dan berkemajuan.
Terakhir Serly berharap, di tahun berikutnya, kepemimpinan Pramono Anung dan Rano Karno semakin menguatkan fondasi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada nilai-nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan.
“Jakarta sedang berada di jalur yang tepat. Dan kami, sebagai pemuda, siap menjadi bagian dari energi positif yang terus mengawal perubahan ini,” Tutupnya. (RED)






