oleh

Suratno: Dualisme Ketua PGRI Banyuwangi Adalah Imbas Dualisne Ketua Umum PB Pusat

SUARAMERDEKA.ID – Persatuan Guru Republik indonesia (PGRI) di Banyuwangi ada dua kepemimpinan ketua PGRI antara Ketua pengurus besar (PB) PGRI Teguh Sumarno, versi hasil KLB di Surabaya Jatim, Sudarman dan Sodik versi PB pusat, Unifah Rosyidi yang membuat ricuh anggota PGRI di Kabupaten Banyuwangi.

Kongres Luar Biasa (KLB) PGRI di Surabaya Jatim, 3 Nopember diikuti 3 Provinsi dan 5 Kota / Kabupaten se Indonesia diduga hasilnya mengangkat Teguh Sumarno sebagai Ketua Umum PB PGRI cacad demi hukum, faktor tidak sesuai AD-ART PGRI.

Sekertaris PGRI Jatim, Siswaji mengatakan Ketua Umum PB PGRI pusat di bawah Prof. Dr. Unifah Rosyidi. M. Pd masih ada dan eksis menahkodai PGRI sebagai wadah guru Indonesia.

KLB Jatim versi Teguh Sumarno 3 Nopember 2023 diakui dan boleh – boleh saja, serta tidak menyalahi aturan. Hanya saja dalam tubuh PGRI itu ada AD-ART yang harus di patuhi.

” Saya mengakui KLB PGRI di Surabaya Jatim itu boleh dan sah dilakukan. KLB itu bukan barang haram, karena itu forum resmi. Hanya saja di dalam AD-ART PGRI di pasal 63, ayat 2 huruf (b) KLB PGRI harus hadir separo atau 50% Provinsi dan Kota/Kabupaten se Indonesia untuk pengusulannya.

Maaf KLB yang di laksanakan di Surabaya Jatim lalu hadir 3 Provinsi dari 34 Provinsi se Indonesia dan 5 Kota / Kabupaten dari sekian ratus Kota/Kabupaten se Indonesia.

Tiga provinsi itu Provinsi Jatim, Riau dan dan Sumut, serta 5 Kota/Kabupaten itu Banyuwangi, Pamekasan, Sumenep Tebing Tinggi dan Kota Probolinggo.” terang Siswaji, Senin (12/2/2024).

Siswaji menambahkan 3 Provinsi dan 5 Kota/Kabupaten yang mengikuti KLB PGRI di Surabaya Jatim itu di bekukan segala kreativitasnya sebagian Surat Peringatan (SP), Nomor : 105 / P. PAW / KH / PROV / XXII / 2023. Tanggal 09 Desember 2023.

” Surat peringatan yang di tanda tangani Ketua PGRI Jatim, Dr. H. Djoko Adi Walujo dan Sekretaris Drs. H. Mashuri M. Si, dengan tembusan 1. Bupati Banyuwangi, 2. Kapolresta Banyuwangi, 3. Kadispendik Banyuwangi, 4. Kacab Pendik Provinsi Jatim di Banyuwangi.

Baca Juga :  Jembatan Sungai Mangat Desa Manggala Pinoh Seletan Rusak Berat

Ya di mana dalam perihal surat peringatan, mantan ketua PGRI Banyuwangi tidak melakukan segala bentuk activitas terkait PGRI Banyuwangi.” tambah Siswaji.

Sodik Ketua PGRI Banyuwangi versi Ketua Umum PB PGRI , Unifah saat ditemui mengakui dirinya sudah di Lantik selaku ketua PGRI Banyuwangi.

Sebelum di lakukan pengukuhan saya dan dari kompeten PGRI Jatim lebih dulu melakukan sosialisasi ke seluruh PC dan ranting PGRI di Kabupaten Banyuwangi. Sosialisasi untuk SMA/ SMK di lakukan pak Catur dan Siswaji, untuk SMP di lakukan oleh kompeten PGRI Provinsi, dan untuk SD bagian Korwil saya tidak tau.

” Dalam sosialisasi PC PGRI Banyuwangi banyak menentang dan tidak mau menerima sosialisasi, kecuali satu yang mengikuti sosialisasi yaitu PC kecamatan Genteng dan ranting – ranting.” tutur Sodik, Selasa (13/2/204).

Lanjut Sodik, usai melakukan sosialisasi, tepat tanggal 31 Januari 2024 terjadilah konferensi luar biasa (KLB) di Uniba, terpilihlah saya sebagai ketua PGRI Banyuwangi dengan aklamasi.

Setelah terpilih saya membuat struktur kepengurusan, dan di SK oleh Provinsi, SK turun saya di Lantik tepat 10 February 2024 oleh Ketua PGRI Jatim hadir dengan kompeten lainya bertempat di SMPN Kota di mana tempat itu tempat saya mengemban selaku Kepala SMPN 1 Banyuwangi.

” Dalam pelantikan kita sudah mengundang untuk mengundang hadirkan semua unsur PGRI, seperti Ketua PC dan ranting. Ranting – Ranting banyak yang hadir.

Saya tambahkan, pelantikan ini yang punya hajat PB PGRI pusat, yang melaksanakan dan yang memimpin semua Provinsi. Saya kan orang yang terpilih aklamasi lewat KLB.” tambah Sodik.

Secara terpisah Ketua PGRI Banyuwangi versi KLB Jatim, Sudarman di hubungi via seluler mengatakan tidak bergeming dan tidak mengetahui serta tidak mengurusi adanya ketua PGRI Banyuwangi baru, yang penting saya selaku ketua PGRI Banyuwangi tetap melakukan tupoksi dan melakukan program PGRI Banyuwangi tahun ini.

” Iya mas, saya tidak ada kaitan dengan adanya ketua PGRI Banyuwangi baru. Yang jelas saya masih melakukan tupoksi dan program PGRI Banyuwangi untuk tahun 2024. Dan masa Bhakti saya selaku Ketua PGRI Banyuwangi berakhir 25 February 2025.” kata Sudarman.

Baca Juga :  Desa Sei Asam Kabupaten Kapuas Optimistis Menang di GSI Provinsi

Kepala Cabang Pendidikan Provinsi Jatim di Banyuwangi, melalui Kasubag TU, Setyo Agung mengatakan, kami selaku Cabdin di Banyuwangi melakukan tupoksi pendidikan untuk SMA/SMK. Untuk PGRI itu person guru – guru.

” Jadi kita melakukan activitas terkait pendidikan SMA / SMK di Banyuwangi. Maaf untuk PGRI saya no comen. Artinya kita Cabang Dinas yang memiliki pimpinan di atasnya (Kepala Dinas Provinsi/ red). Kalau kita komentar takut keliru dan salah.” ucap Setyo.

Sementara kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Banyuwangi, Suratno dikonfirmasi terkait dua kubu pucuk pimpinan ketua PGRI Banyuwangi, mengatakan kalau kita Kadis Pendidikan Kabupaten selaku penanggung jawab PGRI. Artinya dengan adanya dua pimpinan PGRI Banyuwangi ada dua versi PB. Satu versi PB teguh Sumarno KLB PGRI di Surabaya Jatim dan satu PB versi Unifah. Saya memaksimalkan bagaimana untuk Banyuwangi tetap kondusif meredakan sikon.

” Ya karena keduanya ketua PGRI Banyuwangi memiliki dua versi PB PGRI di pusat, kami melayangkan surat untuk petunjuk serta kelegalitasan kepada Pak Menteri Pendidikan. Sebetulnya Banyuwangi kondusif, Faktor dua PB itu urusan atau ranahnya, ranah pusat, Banyuwangi sebagai imbas.

Jadi ini kepentingan PGRI secara Nasional, tunggu kementrian pendidikan putusan PB PGRI mana yang legal nantinya.” terang Suratno, Selasa (13/2/2024).

PGRI dibawah Ketua Umum PB, Prof. Dr. Unifah Rosyidi . M. Pd, tanggal 1 – 3 Mart 2024 mendatang mengadakan kongres di jakarta, di hadiri 34 ketua dan kompeten PGRI Provinsi termasuk PGRI Jatim hadir dan Kabupaten Banyuwangi, Pamekasan, Sumenep hadir, karena tidak mengakui hasil KLB di Surabaya Jatim.

“‘ Awal Maret tahun ini kan PGRI di bawah Ketua umum PB PGRI pusat, Unifah melakukan kongres PGRI di Jakarta. Kita PGRI Jatim, dan Kabupaten Banyuwangi yang baru di kukuhkan, dan Pamekasan, serta Sumenep yang tidak mengakui hasil KLB PGRI di Surabaya, turut hadir dalam konggres PGRI di Jakarta.” tutur Siswaji memungkasinya. (BUT).

Loading...