oleh

Wacana PSM SMPN I Giri Banyuwangi Viral di Media Sosial

SUARAMERDEKA.ID – Viral di media sosial pihak sekolah SMPN I Giri Nibta di kabupaten Banyuwangi meminta tambahan biaya kepada wali murid sebesar 1,5 juta rupiah. Pihak sekolah pun mengundang para wali murid untuk membahas permasalahan tersebut.

Marak beredar kabar ini dibenarkan oleh salah satu kompeten Komite SMPN I Giri, Muji. Dikatakan, untuk pembiayaan pendidikan di tingkat SMP, pemerintah telah menyiapkan anggaran pendidikan melalui BOS (Bantuan Operasional Pendidikan) sebesar 1,1 juta per siswa pertahun. Menurutnya, secara regional dibutuhkan anggaran kurang lebih 2,5 juta persiswa pertahun. Sehingga dana yang disiapkan pemerintah melalui BOS dirasa masih jauh dari harapan .

Berdasarkan informasi yang diperoleh suaramerdeka.id” di lapangan, sekolah memerlukan tambahan 1,5 juta dari pagu yang di perlukan sebesar 2,750 juta di SMPN I Giri. Komite sekolah akhirnya mengundanghadirkan wali murid dan dimusyawarahkan untuk memperoleh solusi kesepakatan.

“Untuk itulah peran serta masyarakat (PSM-red) dalam pendidikan sangat dipertaruhkan. Sebagaimana diamanatkan dalam UU Sisdiknas. Butuh keterlibatan masyarakat. Langkah inilah yang kini ditempuh SMPN I Giri melalui Komite. Untuk melengkapi kurangnya anggaran, melalui rapat komite. Dengan mengundanghadirkan wali murid sejak Selasa – Rabu – Kamis (12 -14/1/2021) di aula SMPN I Giri, Banyuwangi,” kata Muji, Rabu (13/1/2021).

SMPN I Giri Nibta Banyuwangi Minta Wali Murid Bayar 1,5 Juta?
salah satu kompeten Komite SMPN I Giri, Banyuwangi, Muji

Ia menekankan, tidak ada tekanan daari komite sekolah dalam rapat untuk mewajibkan pembayaran sejumlah angka yang dsebut.

“Rapat ini digelar untuk mencari masukan dari wali murid. Dan kami pun tidak menekan wali murid. Jika tidak mampu. Gagasan yang masih wacana itu ramai diprotes sebagian wali murid melalui medsos. Ini yang sangat kami sayangkan. Seolah-olah ini pungutan paksaan,“ tambah  Muji.

Lanjut Muji,  jika itu di setujui, pihak sekolah memberikan pilihan kepada wali murid yang sekiranya tidak mampu yakni dengan pilihan gratis. Pengurus Komite SMPN I Giri ini pun meminta agar jangan keburu dipandang negatif atas gagasan tersebut.

“Karena bagaimanapun, upaya itu untuk memajukan pendidikan di lingkup SMPN I Giri,” pungkas Muji.

Secara terpisah, Kasek SMPN I Giri,  Sudarman melalui whatsApp, mengatakan terkait mengundanghadirkan wali murid itu sudah melalui mekanisme untuk PSM. Ia mengaku menyerahkan sepenuhnya kebijakan apa yang diambil oleh Komite sekolah.

“Andai tidak ada sumbangan masyarakat, kami tidak terlalu merisaukan. Hanya saja pendidikan di SMPN I Giri berproses apa adanya. Sesuai dengan anggaran BOS yang ada. Apa nanti lembaga sekolah berkembang atau tidak, yang jelas sulit berkembang. Terutama tidak bisa membayar honor para GTT dan PTT,“ terangnya. (BUT)

Loading...

Baca Juga