oleh

DPR RI Minta Jokowi Tanggung Jawab Meninggalnya 622 Petugas KPPS

SUARAMERDEKA.ID – Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia (DPR RI) meminta Jokowi selaku presiden untuk bertanggung jawab atas korban meninggal di tragedi kemanusiaan 21-23 Mei dan 622 petugas KPPS. Mereka berjanji akan terus melakukan aksi hingga semua masalah kemanusiaan di Indonesia terungkap.

Penggagas gerakan DPR RI Jalih pitoeng ini menegaskan bahwa mereka akan menggelar aksi setiap hari Jumat. Ia mengaku aksi tersebut akan terus dilakukan hingga rezim Jokowi berakhir pada masa periode pemerintahannya.

“Ini merupakan aksi kedua kami dari DPR RI (Dewan Persaudaraan Relawan dan Rakyat Indonesia-red) yang mengusung tema Gerakan Rakyat Menolak. Dan hari ini ada dua aksi yaitu juga sedang berlangsung di Mabes Polri. Kami terus berkoordinasi dengan para pihak yang menggelar aksi disana. Terutama kepada Ketua Umum FPI yaitu KH. Shabri Lubis. Karena tuntutan aksi disana juga merupakan bagian dari tuntutan kami disini,” kata Jalih Pitoeng dalam orasinya di depan gedung DPR MPR, Jum’at (13/9/2019).

Lanjutnya, mereka dengan tegas menolak beberapa kebijakan dan rencana serta rancangan undang-undang yang berpotensi merugikan rakyat. Dalam orasinya, Jalih pitoeng juga menyampaikan beberapa tuntutan.

Baca Juga :  Referendum Kembali ke Negara Proklamasi 17 Agustus 1945

“Terutama meminta pertanggung jawaban presiden Joko Widodo selaku kepala negara sekaligus kepala pemerintahan terhadap Peristiwa Berdarah Tragedi Kemanusiaan. Dimana 9 tunas bangsa meregang nyawa dan meninggalnya 622 petugas KPPS secara hampir bersamaan. Termasuk peristiwa yang sedang mendera ketua umum FPI KH. Shabri Lubis. Yang kemarin beredar kabar akan dipanggil oleh pihak kepolisian sebagai saksi dugaan tindakan makar,” tegas Jalih Pitoeng

Dalam orasinya, Jalih Pitoeng juga menyayangkan pihak-pihak yang sibuk dengan istilah koalisi atau oposisi. Ia juga menyayangkan banyaknya isu yang sengaja dikembangkan untuk melupakan peristiwa tragis tersebut.

“Tapi saya Bang Jalih Pitoeng serta seluruh rekan-rekan pejuang keadilan yang tergabung dalam DPR RI akan tetap istiqomah melakukan unjuk rasa tiap hari Jum’at disini (gedung DPR MPR-red), sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap perjuangan menegakan kebenaran. Ini soal nyawa anak manusia. Jadi jangan kita lupa dan terbuai hanya karena sibuk mengatur posisi menteri, mencari letak kursi di gedung ini serta berbagai kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. Tapi melupakan nyawa yang hilang,” ujar Jalih Pitoeng. (AMN)

Loading...

Baca Juga