oleh

Terpicu Ucapan Wiranto, Masyarakat Maluku Ikhlas Keluar Dari NKRI

SUARAMERDEKA.ID – Menyikapi pernyataan Wiranto soal korban gempa, masyarakat Maluku yang diwakili oleh Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) minta agar dikeluarkan dari NKRI. Menko Polhukam Kabinet Kerja pada Senin (30/9/2019) lalu menyatakan bahwa pengungsi korban gempa Maluku agar kembali ke rumah agar tidak menjadi beban pemerintah.

“Pernyataan Menko Polhukam RI tersebut tidak mencerminkan sebagai Pejabat Negara dan Pembantu Presiden,”ujar KKBMM yang diketuai Djamaloedin Koedoeboen dalam siaran pers, Selasa (1/10/2019).

Ia kemudian mengungkapkan kembali kiprah Wiranto dua puluh tahun silam. Saat menjadi Panglima ABRI ia gagal dalam mengendalikan konflik SARA di Maluku. Dan sekarang ia mengulang kembali pernyataannya disaat Maluku sudah dalam kondisi damai dan rukun.

Baca Juga :  Mafia Peradilan di Jakarta Timur (2): Ada Dor-Doran di Ruang Sidang.

“Ketika terjadi kerusuhan dua puluh tahun silam. Wiranto selaku Panglima ABRI telah gagal dalam mengemban tugas, paling tidak mencegah warga negara berseteru,” imbuhnya.

Lebih lanjut KKBMM ini menilai Wiranto telah menghina Warga Maluku. Dan ia juga mengancam agar melepas Maluku dari NKRI yang dianggap Wiranto beban negara.

“Kalau perlu keluarkan kami, Maluku dari NKRI. Agar negara tidak mengeluarkan anggaran sebagai cermin beban negara terhadap orang-orang Maluku,” pungkasnya. (RYO)

Loading...

Baca Juga