oleh

Gelar Budaya Bawaslu Brebes 2019

SUARAMERDEKA.ID – Dalam memberikan pendidikan pemilu Sehat, Bawaslu Brebes menggelar acara Gelar Budaya dengan tema Keguyuban Seni Lokal yang bertempat di Pendopo Eks Kawedana Bumiayu, Sabtu (30/11/2019).

Acara yang dimulai sejak pagi hingga malam hari ini diawali senam pagi masal. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan diantaranya Parade Kasidah, Parade musik lokal, seni Kolaborasi dan Kolosal Kentongan Brebes Selatan. Gelar Budaya ini dihadiri Jajaran Forkompimda, Forkompincam Bumiayu, masyrakat, ormas dan pemuda.

Dalam acara ini, sambutan Bupati Brebes Idza Priyanti, SE di malam puncak kegiatan yang di bacakan oleh Staf Ahli bidang Kesra, Drs Masykuri.

“Gelaran budaya ini sebagai upaya mencairkan suasana di tengah hiruk pikuk pelaksanaan pesta demokrasi. Yang sebentar lagi akan kita laksanakan. Yaitu Pilkades tahap kedua tepatnya tanggal 15 desember 2019 di 108 desa tersebar di 17 kecamatan, kata Masykuri.

Baca Juga :  Brebes Peringati HUT Partai Golkar Ke-55 Dengan Menggelar Tasyakuran

Pagelaran seni budaya ini dapat ikut membangun semangat melestarikan nilai nilai kesenian lokal sebagai budaya bangsa, utamanya bagi generasi muda. Pemerintah daerah Brebes menyadari makin memudarnya nilai-nilai seni dan adat istiadat yang di pengaruhi oleh modernisasi. Gempuran budaya barat menjadi permasalahan yang tidak bisa dianggap enteng. IHal ini dapat dilihat dari kesenian dan adat lokal yang seringkali terlupakan.

Brebes memiliki banyak kesenian seperti Buroq, Sintren, Dogdog Kaliwonan, Kuntulan, Tari topeng, Reog Banjarharjo. Kekayaan budaya ini patut disyukuri dan tetap melestarikan dan menjaganya.

Gelar Budaya ini merupakan bagian dari penguatan kelembagaan untuk membangun sinergi. Secara vertikal maupun horisontal antara Bawaslu Brebes dengan penyelenggara Pilkades dan seluruh elemen masyarakat. Agar pelaksanaan pilkades tahap 2 tahun ini dapat berjalan lancar.

Sementara Ketua Bawaslu Brebes Wakro S.Ip mengatakann, Bawaslu Kabupaten Brebes sebagai bagian dari penyelenggara pemilu. Jika selama ini penyelenggara pemilu identik dengan KPU, maka gelaran budaya ini merupakan bagian dari upaya lembaga Permanen. Gelar budaya ini merupakan untuk yang kedua kalinya setelah yang pertama di stadion Karang birahi Brebes.

Baca Juga :  TMMD Ke 105 Sengkuyung II Adakan Pagelaran Wayang Golek

“Budaya lokal yang memiliki karakteristik atau nilai nilai baik terpisah dengan sendirinya saat ada kegiatan pemilu banyaknya money politic,banyaknya pelanggaran yang di tangani Bawaslu Brebes itu menunjukan adanya kesadaran yang berbeda,kesadaran demokrasi dan kesadaran berbudaya,” pungkasnya.

Dan atas kegiatan gelaran budaya ini,Bawaslu mendapatkan cinderamata dari seniman Berupa Lukisan”Bendera merah putih. (RMT)

Loading...

Baca Juga