oleh

Forum Umat Islam Bersatu Kecam Keras Penembakan di Selandia Baru

SUARAMERDEKA – Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran mengecam keras insiden penembakan umat Islam yang terjadi di 2 masjid yang ada di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019). Insiden tersebut dinilai sebagai pelanggaran HAM terberat dalam sejarah milenial.

Dalam pernyataan tertulisnya, Jumat malam, Rahmat Himran sangat mengecam penembakan yang terjadi. Penembakan tersebut dirasa sangat brutal karena dilakukan di dalam tempat ibadah.

“Saya Rahmat Himran, Ketua Forum Umat Islam Bersatu, FUIB. Sangat mengecam keras tindakan teror insiden tembakan yang terjadi di dalam masjid. Dimana umat Islam yang sedang menjalankan ibadah sholat Jumat kemudian ditembaki secara membabibuta. Dan menimbulkan korban tewas yang tidak sedikit jumlahnya. Maka kami dari FUIB sangat mengecam keras kekerasan yang terjadi di siang tadi.”

Baca Juga :  Tangkap Provokator 27-28 Juni, Indonesia Tetap Damai

Atas insiden yang dirasa sangat menyakiti umat Islam ini, FUIB akan segera mengadakan aksi solidaritas. Seluruh umat Islam yang tergabung di FUIB ini mengkonsentrasikan aksinya di Jakarta. Mereka akan meminta agar pemerintah Selandia Baru mengungkap motif penembakan tersebut.

“Forum Umat Islam Bersatu juga akan segera melakukan aksi solidaritas untuk mendorong pemerintah Selandia Baru. Untuk segera mengungkapkan motif dari penembakan tersebut. Kita akan melakukan aksi di kedutaan besar Selandia Baru yang berada di Indonesia, yakni Jakarta,” ungkap caleg DPRD provinsi Gorontalo dari PKS, dapil Boalemo Pohuwato ini.

Lanjut aktivis nasional ini, aksi tersebut rencananya akan terus digelar, hingga kasus tersebut terang benderang. FUIB menginginkan, jika dalang dibalik pembunuhan sadis tersebut, maka harus diadili dengan seberat-beratnya.

Baca Juga :  Gepak Siapkan Posko Transit Massa Aksi Tolak RUU dari Luar Daerah

“Kita akan mendorong pemerintah melalui dubes yang ada di Jakarta untuk sampaikan ke pemerintahan Selandia Baru. Agar segera mengungkap kasus ini sampai kepermukaan hingga tuntas. Jika ada dalang dari proses ataupuin indikasi insiden tersebut, maka kami menginginkan kepada pemerintah Selandia baru untuk dapat membongkar kasus ini hingga tuntas,” jelas Himran.

Secara tegas, Ketua FUIB ini menyatakan penembakan terhadap umat Islam di dalam rumah ibadah adalah pelanggaran HAM berat. Bahkan ia menyebut hal itu adalah pelanggaran HAM terberat yang pernah ada.

“Ini merupakan pelanggaran HAM terberat yang terjadi di dunia. Pelanggaran HAM terberat di dunia. Sekian, assalamualaikum warokhmatullohi wabarokatuh,” tutup Rahmat Himran. (OSY)

Loading...

Baca Juga