oleh

Gerakan Dakwah Orang-orang Thoriqoh

Gerakan Dakwah Orang-orang Thoriqoh.

Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten).

Sangat mengesankan. Telaten. Optimis. Yakin pool. Merawat Umat dengan penuh Cinta kasih.

Masih banyak lagi yang belum saya tulis.

Itu kesan saya terhadap orang-orang thoriqoh dalam berdakwah.

Berdakwah bukan dengan sekedar berkata-kata. Tapi lebih pada sentuhan cinta.

Berdakwah orang-orang thoriqoh tidak frontal. Bahkan cenderung menghindari benturan.

Selama masih ada ruang untuk berdakwah atau beribadah cara frontal tidak pernah akan digunakan.

Terlebih disebuah negara yang jelas-jelas mayoritas muslim. Tegak atas darah syuhada. Tentu saja orang-orang thoriqoh akan berpandangan jauh ke depan.

Sebutlah Indonesia. Negara dengan penduduk Muslim terbesar di Dunia. Dengan keanekaragaman budaya dan istiadat yang mempesona. Dengan cara pandang berbeda yang luar biasa. Berbeda tapi satu dalam ikatan rasa. Berpulau-pulau tapi satu negara.

Bila hanya memandang “pake kaca mata sendiri”, yang terlihat hanyalah “rasa berbeda dengan kita”.

Semangat dakwah yang muncul adalah agar “orang lain” ikut kita dan menjadi pengikut kita.

Banyak kejadian “pemaksaan dakwah” yang mengenaskan.

Fenomena saling mengkafirkan adalah fenomena yang selalu terjadi dalam realitas dakwah di kita.

Hal ini terjadi karena “cara pandang” dakwah yang merasa “bener sendiri”. Dan merasa sudah memegang lesensi kebenaran mutlak.

Inti dakwah adalah menyempurnakan Akhlak.

Dititik inilah saya melihat cara berdakwah Orang-orang Thoriqoh sangat berbeda mengesankan. Lembut tapi tegas. Tegas tapi penuh kasih sayang.

Tidak ada ujaran kebencian, ungkapan sindiran atau kata-kata yang tidak senonoh.

Semuanya dalam bahasa Cinta.

Seperti dawuh seorang Ulama Thoriqoh terkenal, jangan liat perbedaannya, Cukuplah dia kita pandang sebagai ciptaan Tuhan.

Ilahii anta maksudii wa ridhoka Mathlubii. Hanya Alloh Tujuan kami. Sayyidina Muhammad adalah Tauladan Kami. Cinta kasih Dakwah Kami. Lemah lembut adalah Cara dakwah kami.

Inilah dasar mental dakwahnya orang-orang thoriqoh.

Jayalah selamanya Thoriqoh di Nusantara. Amiin.

Loading...

Baca Juga