oleh

Pergerakan Umat Islam Yang Carut Marut

Pergerakan Umat Islam Yang Carut Marut.

Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten).

Saat ini, ada tiga tema yang menjadi arus utama pergerakan Islam di Indonesia.

Pertama, tema Islam Nusantara. Tema besar ini diusung oleh Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai agenda Sentral. Dengan merujuk pada perjuangan dakwah Walisongo. Jam’iyyah Nahdlatul Ulama boleh dibilang merupakan generasi pelanjut Perjuangan leluhur Dakwah Walisongo.

Tugas pentingnya adalah menjaga warisan perjuangan Walisongo. Baik dari budaya, adat istiadat hingga teritorial Nusantara yang kini bernama “Indonesia”.

NU sangat berkepentingan agar Indonesia tetap menjadi basis Utama tumbuh berkembangnya Ajaran Islam Aswaja yang menebarkan Rahmah Bagi seluruh Alam.

Kedua, Tema Modernisasi Islam. Tema ini diusung oleh Perserikatan Muhammadiyah.

Secara garis besarnya gagasan ini ingin menampilkan wajah Islam yang modern. Jauh dari kesan kumuh. Memberantas apa yang selalu disebut dan dipersepsikan “bid’ah dan khurafat”.

Tema besar ini selalu mendengungkan “kembali kepada ajaran Murni Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Alhadits”.

Sebenarnya kedua pengusung tema besar ini sama-sama berbasis pada gerakan budaya atau gerakan Kultural.

Bentrokan yang terjadi hanya sebatas “bentrokan Pemikiran dan cara pandang saja”. Tidak lebih dari “permusuhan pemikiran”.

Saya pribadi sangat suka dengan “Aroma Permusuhan Pemikiran” dari kedua Mazhab Pemikiran Pergerakan asli Nusantara ini.

Karena akan memaksa kita sebagai jama’ah untuk banyak belajar dan menyimak dengan seksama dari setiap para tokoh kedua aliran Mazhab pergerakan asli Nusantara yang sangat berkompeten.

Catatan saya, meskipun begitu panas dalam pemikiran tapi begitu tenang dalam hati. Diksi yang terucap sangat terjaga jauh dari diksi-diksi kasar penuh dengan caci maki.

Ketiga, tema Khilafah Islam. Arus utama tema ini disinyalir diusung oleh aktivis alumni Timur Tengah.

Hizbut Tahrir (HT)–kini bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)– merupakan organisasi yang paling menonjol yang mengusung tema Khalifah Islam.

Bagi Aktivis yang mengusung tema ini, tegaknya khilafah Islam merupakan jawaban konkrit atas persoalan umat Islam.

Menurut mereka, lemahnya umat Islam disebabkan tidak adanya Khilafah Islam. Sehingga Umat Islam menjadi Bancakan negara-negara Eropa atau negara lainnya yang berpaham pada Demokrasi dan Kapitalisme.

Dengan Tegaknya Khilafah Islam maka semua persoalan yang melilit Umat Islam dapat dituntaskan dengan segera.

Perjuangan Politik menjadi alternatif dan jawaban nyata agar Umat Islam dapat menjadi pemain utama di negara-negara yang berbasis mayoritas berpenduduk Muslim.

Carut Marut Pergerakan Umat Islam

Ketiga Arus Utama Tema tersebut, disadari atau tidak saat ini di lapangan saling berbenturan.

Kita bisa menyaksikan sendiri di perpolitikan Indonesia sekarang ini. Sungguh sangat riweh. Kawan politik dan musuh politik tidak jelas.

Carut marutnya Pegerakan Islam membuat umat yang paling tidak berdaya. Dipaksa harus berpihak. Sementara semuanya begitu samar dan tersamarkan. Karena semuanya masih memakai jubah Islam.

Lalu Apa yang harus kita lakukan

Sebagai kaum awam yang paling bawah dan tidak berdaya, sikap kita yang paling aman adalah harus bersabar dan menunggu hingga semuanya terang benderang.

Biarkan para gajah bertarung sendiri. Pelanduknya jangan sampai terkena kita.

Tugas kita yang utama sebagai kepala keluarga di rumah masing-masing adalah menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka.

Loading...

Baca Juga