oleh

Harga Batubara Naik, Akan Ada Pemadaman Listrik Bergilir?

SUARAMERDEKA.ID – Kabar PLN bakal melakukan kebijakan pemadaman listrik bergilir hingga bulan Maret 2021 mencuat seiring dengan naiknya harga batu bara internasional. Jika benar, anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menolak keras kenaikan harga tersebut dijadikan alasan penerapan kebijakan tersebut.

Mulyanto menjelaskan, dalam Rapat Panja Listrik Komisi VII DPR RI dengan Dirjen Gatrik dan Dirut PLN beberapa hari lalu, PLN sama sekali tidak menyampaikan isu dan pembahasan ini. Menurutnya, kenaikan harga batu bara internasional tentu akan diikuti dengan kenaikan (harga batubara acuan) HBA yang diterbitkan Pemerintah. Ia meyakini, sudah barang tentu PLN akan mengacu pada HBA.

“Ini kita pahami bersama. Dengan kenaikan HBA ini apakah langsung berdampak pada pemadanan bergilir? Dari Rapat Panja Listrik tidak tertangkap keluhan PLN seperti itu,” kata Mulyanto di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Ia menuturkan, sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menetapkan harga batu bara acuan per-Januari 2021 menjadi USD 75,84/ton. HBA Januari 2021 ini naik USD 16,19/ton atau naik 27,14% dibanding harga Desember 2020 yang masih berada di level USD 59,65/ton.

“Kenaikan harga batu bara ini pasti akan mempengaruhi besaran harga dan kapasitas produksi listrik. Namun kami minta kepada PLN untuk melakukan upaya efisiensi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” kata politisi senior PKS yang akrab dipanggil Pak Mul ini.

Mulyanto menekankan, kebijakan pemadaman listrik bergilir ini biasanya dilakukan karena beberpa faktor. Diantaranya kekurangan pasokan, perbaikan dan perawatan, serta kalau ada keperluan lain yang mendesak.

“Dalam rapat Panja waktu itu PLN tidak menyebut akan melakukan pemadaman listrik bergilir kalau harga batu bara naik. Karena itu kami minta PLN tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan sampai isu pemadaman listrik secara bergilir terus berkembang di saat masyarakat masih kesulitan akibat pandemi Covid-19,” tegas Mulyanto. (OSY)

Loading...

Baca Juga