oleh

Republik Indonesia Bab Dua/Pasca Jokowi (16) Dalang Segala Bencana (3)

Republik Indonesia Bab Dua/Pasca Jokowi (16) Dalang Segala Bencana (3). Oleh: Sri-Bintang Pamungkas, Aktivis.

Joko-Ahok berhasil menjadi orang Pertama dan ke Dua di DKI Jakarta. Mimpi-mimpinya menyengat kembali pusat ketidakwarasannya menuntut untuk diwujudkan… Diperkenalkannyalah “Teknik Blusukan” di lorong-lorong Jakarta yang memang tidak dikenalnya… tentu dengan mengundabg wartawan… Lalu “Jalan Kaki Pakai Sandal Jepit”… “Angon Kodok di pinggir Kolam”… “Naik Sepeda Motor pakai Helm”… dan masih banyak yang lain… Rakyat pun senang melihat presidennya yang lugu dan merakyat… Tapi mereka yang waras, melihat foto-foto dan videonya menjadi tahu, bahwa semua itu tipuan dari ketidakwajaran… dan ketidakwarasan! Tapu juga tidak sedikit tokoh intekektual yang menyebutnya sebagai “satrio piningit” yang sengaja diturunkan ke Dunia untuk memperbaiki Indonesia…

Joko tidak lupa pula dengan video tentang dirinya “mengambil air wudhu”, “menegakkan sholat”, “menunaikan umrah”…. dan banyak lagi yang lain… Semua adalah dalam upaya pencitraan dirinya dengan cara-cara murahan…Termasuk rencana membangun Pulau-pulau Reklamasi di Pantai Utara Jakarta bersama para Mafia Cina…, yang disebutnya the Giant Sea Wall…

Belum lama Joko-Ahok menjadi pasangan Gub-Wagub DKI Jakarta, terbetik berita Joko sudah mau ikut Pilpres 2014. Rupanya selama menjadi Gubernur para Mafia Cina dan Konglomerat Hitam sudah merubungnya. Para Naga Sembilan itu sudah menyiapkan segala sesuatunya… Sekalipun mereka masih terbelah pada siapa yang lebih baik menjadi Presiden…antara Joko dan Ahok. Ahok sendiri sibuk berceramah dari satu “Gereja Persepuluhan” ke gereja yang lain…

Asing dan Aseng juga yang akhirnya memutuskan. Sebagai orang Solo yang bisa dimiripkan dengan Islam Sarungan, Joko bisa dijadikan tokoh Islam Moderat dengan target menjinakkan para Islam Kafah bergaris keras. Bahkan, kalau perlu bisa dijagokan untuk melawan Abu Bakar Baasyir yang tinggal di Ngruli, tidak jauh dari Solo.

Yang menjadi ganjalan pihak Barat selama ini adalah kekuatan TNI dan Islam. TNI sudah dilemahkan dengan embargo senjata selama Rezim Soeharto berkuasa. Profesionalitas TNI pun sudah dirusak selama itu lewat Dwi Fungsi ABRI dan berbagai jabatan di dalam Bisnis dan Politik. Terakhir diuji coba dengan Timor-Timur dan ternyata berhasil… TNI kalah dalam perang 23 tahun. Juga kalah di Aceh dan Irian Jaya.

Sekarang tugas Jokowi adalah menjinakkan Islam. Sebelumnya, SBY juga sudah diberi tugas… Sebagai hasil Uji Coba Amandemen UUD 1945, presiden Terpilih Langsung pertamakali ini mengobrak-abrik Perpolitikan dan Sumberdaya Alam Indonesia. Sumber-sumber minyak habis dibagi kepada Asing, dan tidak lagi bisa diekspor… Para Swasta, termasuk Asing dan khususnya Mafia Cina dan Konglomerat didorong untuk menguasai sebanyak-banyaknya sumber-sumber kemakmuran Negara, dan lahan Indonesia sampai 95 tahun, lewat UU PMA 2007. Para Wakil Rakyat pun dihancurkan mentalitas Nasionalismenya menjadi Wakil-wakil Partai…

SBY yang pernah tertangkap di Fort Bening, Atlanta, AS, bermain asmara dengan isteri instrukturnya, terpaksa bertekuk lutut kepada Polisi Dunia ini. SBY dipaksa menyatakan cintanya kepada AS, seperti cintanya kepada NKRI. AS pun memudahkan jalan SBY menuju Presiden RI. Tangga kepresidenan yang mau dihalangi oleh Aktivis Munir itu – Munir memang tidak suka ada militer menjadi Penguasa Republik – dibukakan juga jalannya untuk SBY. SBY pun kemudian ditugasi untuk melancarkan jalan Jokowi menjadi penggantinya…

Ketika Prabowo mencoba menghalangi Jokowi dengan mengadukan kecurangan Pilpres 2014, AS bersedia membantu Jokowi. Maka direkayasalah permintaan tolong Megawati dengan membawa Proposal Jokowi untuk Referendum Papua ke Washington, DC. Permintaan disetujui, dan dikirimlah Senator John McCain untuk menemui Ketua MPR-RI, agar Jokowi dilantik tepat waktu. John Kerry, Menteri Luar Negeri Obama ikut menyaksikan upacara itu…

Tidak hanya AS yang mendukung Jokowi, tetapi juga RRC. Dalam perjalanan pp Jakarta-Washington, DC, Megawati juga memerlukan menemui Petinggi-petinggi Cina, termasuk Xi Jinping. untuk meminta dukungan bagi Jongos Kesayangannya itu… Tentu dengan rekomendasi dari para 9 Naga Cina Indonesia…

Penyakit Jokowi kumat… Dia minta Kereta Kencana dengan 12 Kuda penariknya dalam perjalanan dari Gedung MPR ke Istana Negara… Sesuai dengan mimpi-mimpinya selama ini. Di Monumen Nasional, Joko membikin Pesta Rakyat untuk memainkan drama Petruk Menjadi Ratu, atau Kéré Munggah Balé… Sedianya, Joko juga mau melantik para Menterinya di sebuah Dermaga di Tanjung Priok, tetapi batal… Ada yang mengingatkan, agar sakit kronisnya tidak dicium publik…
(bersambung)

Loading...

Baca Juga