oleh

Jaringan Intelektual Muda Islam Dukung Referendum Aceh

SUARAMERDEKA.ID – Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) mendukung pernyataan Muzakir Manaf soal referendum untuk Aceh. Kerakusan elit politik Jakarta dalam perebutan kue kekuasaan sudah tidak bisa ditolerir, akibatnya rakyat tidak terurus. Referendum sebuah mekanisme demokrasi yang demokratis guna menentukan keinginan rakyat.

“Wales sebelumnya juga pernah melaksanakan referendum. Di Indonesia, Timor Leste sudah melaksanakan referendum. Jadi mekanisme itu biasa saja, gak perlu ditakuti Jakarta. Selama ini SDA Aceh diambil tapi pusat sibuk dengan urusan perebutan kekuasaan. Negara telah gagal sehingga referendum bisa dijadikan solusi damai bagi Aceh,” kata Sekjend JIMI, Andi Kurniawan, Selasa (28/5/2019) di Swasembada Barat Raya, Kb. Bawang, Tj. Priok, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Lanjut Andi Kurniawan, Jaringan Intelektual Muda Islam menilai hak yang sama juga halal diberikan kepada daerah lain. Bukankah Indonesia sebuah negara demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Harusnya rakyat bebas menyampaikan aspirasi dan salah satunya melalui referendum. JIMI berharap TNI-POLRI sepakat dengan opsi tersebut, apalagi kini muncul pilihan, pilih Jokowi atau Aceh.

“Jaringan Intelektual Muda Islam menghimbau mahasiswa Aceh ikut menyuarakan opsi referendum untuk Aceh. Daerah lain yang berpikir sama juga jangan diam, negara kesatuan harus atas persetujuan rakyat. Jika tidak, mengapa harus dipaksakan,” tegas Andi Kurniawan

Referendum menurut JIMI dapat mencegah gerakan bersenjata kembali muncul. Menjaga perdamaian Aceh dengan pelaksanaan referendum akan menjadi pilihan bijak dan cerdas. (DVD)

Loading...

Baca Juga