oleh

Mesin Bus Hino Catat Prestasi 1 Juta Kilometer Tanpa Turun Mesin

SUARAMERDEKA.IDPT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memberikan apresiasi kepada 3 Perusahaan Otobus (PO) yang menggunakan Hino Bus RN 285 berhasil mencapai jarak tempuh 1 juta kilometer tanpa overhaul (turun mesin). Catatan ini sekaligus menjawab cibiran kompetitor yang lebih mengandalkan kapasitas mesin yang besar.

Demikian dikatakan Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo saat memberikan pengharaan kepada 3 PO di arena Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) yang digelar di JCC Senayan, Minggu (8/3/2020. Ketiga perusahaan otobus tersebut adalah PO Kramat Djati, PO Sinar Jaya dan PO Harapan Jaya.

“Tanpa overhaul (turun mesin-red) ini, tentunya membuat para pengusaha menjadi lebih hemat, dan menguntungkan secara bisnis. Karena operasional kendaraan menjadi lebih maksimal. Tanpa overhaul, armada bis tidak harus masuk ke bengkel dalam waktu lama, sekitar 5 sampai 7 hari. Sehingga bis bisa terus cari duit,” kata Santiko Wardoyo.

Lanjutnya, sebagai customer loyal bus Hino, ke-tiga PO ini banyak menggunakan bus Hino sebagai armadanya. Bus Hino RN285 yang berhasil mencapai 1 juta KM merupakan bus dengan mesin common rail yang melayani rute–rute penumpang di jalur Transjawa. Dari Jakarta menuju kota – kota di Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan sampai ke Bali. Selain di Jawa, Santiko Wardoyo menegaskan, bus Hino juga banyak digunakan sebagai angkutan antarkota di Sumatera dan kota-kota lainnya.

“Dari sisi biaya, overhaul juga butuh dana yang besar. Karena sekali mesin overhaul biaya yang dikeluarkan kisaran 70 juta. Inilah nilai keuntungan yang Hino Bus tawarkan, armada bisnis terus berjalan dan terhindar dari cost maintenance yang tinggi. Sehingga profit dapat diraih dengan maksimal,” ungkap Santiko Wardoyo.

Ia menambahkan, prestasi 1 juta kilometer tanpa turun mesin ini memberi nilai lebih bagi pengusaha bus. Mereka dapat memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan biaya operasional. Santiko Wardoyo menekankan, dua hal diatas merupakan prinsip Total Support Hino kepada pelanggan setianya.

“Bus kami memang terkenal tangguh dan jagoaan dalam cari duit. Untuk itu customer terus loyal dengan bus Hino. Dan ini dapat dibuktikan dengan Bus Hino di tahun 2019 terus menjadi market leader di Indonesia. Dengan pangsa pasar mencapai 65 persen,” tegas Santiko Wardoyo.

Sementara itu, Senior Executive Officer After Sales HMSI Irwan Supriyono mengungkapkan, 1 juta kilometer tanpa turun mesin adalah hal yang wajar bagi bus Hino RN 285. Hanya dengan perawatan rutin dan penggunaan sparepart original, prestasi tersebut mudah untuk dicapai.

“Bagi bus Hino RN 285 yang menggunakan mesin common rail mencapai jarak tempuh 1 juta kilometer tanpa overhaul adalah hal mudah. Asalkan perawatan kendaraan secara rutin dan penggunaan suku cadang terus dijaga, terutama menggunakan parts asli Hino, maka dengan kualitas mesin yang tidak diragukan lagi, usia pakai dan jarak tempuh tersebut mudah dicapai, dan bisnis berjalan dengan lancar,” ujar Irwan Supriyono.

Ia melanjutkan, Hino menjamin kualitas tinggi untuk bus baik itu mesin dan sasis. Karena bus Hino dirancang dengan kualitas dan keselamatan sesuai standar kualitas yang tinggi.

Dari hasil road test yang dilakukan Hino untuk tipe Hino Bus RN 285, dengan kapasitas oli 12 Liter sangat handal digunakan di tol Transjawa. Karena temperatur oli tetap stabil dan tidak panas. Bahkan temperature oli selama test terus dibawah nilai standar flash point dari temperature oli.

Irwan Supriyono menambahkan, hasil ini memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi para pengusaha otobus. Karena bus ini sangat tepat dan handal untuk digunakan sebagai transportasi jarak jauh seperti rute tol trans jawa yang membuat bisnis lebih efisien.

“Karena perawatan atau penggunaan oli yang lebih sedikit. Ditambah dengan suku cadang bus Hino yang ekonomis dan terjangkau serta perawatan yang rutin. Membuat bus Hino semakin ekonomis dan efisien sebagai partner bisnis,” imbuhnya. (OSY)

Loading...