oleh

PLt. Kadishub dan Kasi TSDP Sayangkan Sopir yang Gagal Menghadap Dirjen Hubdar terkait Odol

SUARAMERDEKA.ID – Konfederasi Sopir Logistik Indonesia, di Banyuwangi yang melakukan unjuk rasa, dengan membawa truck, Senin (22/11/2021) pekan lalu terkait menolak kebijakan pemerintah diberlakukannya Odol ( over demension ovel loading ) terhadap kendaraan pengangkut logistik di depan Pemkab belum membuahkan hasil sebagai mana tuntutan yang diminta dalam orasinya.

Bupati Banyuwangi, melalui PLt. Kepala Dinas Perhubungan, Dwi Yanto untuk mengambil solusi kepada para perwakilan dan koordinator siap memfasilitasi untuk bertemu langsung dengan Pak Dirjen hari Rabu (24/11/2021) di Denpasar Bali.

“Kita pelaksanaan PKB ( penguji kendaraan bermotor ) sesuai tupoksi yang kita lakukan. Adapun Odol atau over dimensi kendaraan logistik itu kewenangan pusat. Untuk memenuhi aspirasi para sopir agar mendapatkan solusi, kami memfasilitasi untuk menghadap bapak Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar).

Kita menjanjikan terhadap perwakilan sopir dan kordinator ujuk rasa bertemu langsung denga pak Dirjen di Bali, karena beliau ada acara di Denpasar hari Rabu (24/11/2021), tetapi bapak Dirjen gagal ke Bali karena ada acara dinas lain.” terang Dwi Yanto.

Lanjut Dwi Yanto, ketidak jadian bapak Dirjen itu kegagalan para perwakilan dan koordinator bertemu beliau. Dan kami bersama perwakilan sopir dan koordinator sepakat untuk berangkat ke Jakarta menemui bapak Dirjen Hubdar.

Dengan agenda hari Sabtu 27 Nopember ini berangkat ke Surabaya istirahat di hotel, dari Surabaya didampingi Kasi TSDP (Transportasi Sungai Darat dan Penyebrangan) Ahmad Rezi menuju Jakarta menggunakan transportasi Kereta Api.

Baca Juga :  Komnas HAM RI Diskusi Pelanggaran HAM Bersama LP3BH Manokwari

Hari Senin 29 Nopember pukul 09.00 WIB menghadap pak Dirjen. Namun rencana kesepakatan yang matang ini gagal sepihak. Artinya para perwakilan dan koordinator itu milih tidak berangkat, justru mengadakan unjuk rasa lagi Senin 29 Nopember besok.” jelas Dwi.

Secara terpisah koordinator unjuk rasa, Selamet, Sabtu (27/11/2021) dihubungi melalui seluler membenarkan kegagalan bersama perwakilan sopir dan koordinator yang sudah disepakati bersama PLt. Kapala Dinas Perhubungan, dan Kasi TSDP untuk berangkat hari ini ke Jakarta estafet dari Surabaya.

“Iya mas memang kita tidak jadi ke Jakarta menghadap pak Dirjen, dengan di dampingi kasi TSDP. Karena kita bersama teman teman belum siap, takutnya kita dalam menyampaikan aspirasi para sopir terkait Odol atau over dimensi kendaraan pengangkut logistik tidak balance dalam pertemuan di Dirjen Perhubungan dari sisi pertanyaan atau jawaban, tetapi kita memilih unjuk rasa lagi dengan kekuatan massa dari para sopir lebih besar. Dan demo besok hari Senin 29 Nopember salah satu titiknya sampai ke ASDP Ketapang.” kata Selamet.

Dwi Yanto menambahkan, kalau kegagalan sepihak dari yang sudah di sepakati bersama berangkat ke Jakarta menghadap pak Dirjen sangat disayangkan. Karena hari Senin 29 Nopember besok pak Dirjen menyempatkan waktu untuk menerima aspirasi perwakilan sopir dan koordinator unjuk rasa Banyuwangi itu tidak gampang.” tambah Dwi Yanto.

Baca Juga :  Jokowi Tegaskan Indonesia Belum Ada Opsi Kebijakan Lockdown

Sementa Kasi TSDP, Ahmad Rezi saat dikonfirmasi melalui selulernya terkait siap mendampingi dan berangkat dari Surabaya ke Jakarta bersama perwakilan sopir dan koordinator unjuk rasa membenarkan.

“Kita itu, bersama perwakilan sopir dan koordinator unjuk rasa bersama koordinator Pengujian Kendaraan Bermotor, Dishub Banyuwangi sudah kita sepakati bersama. Dan personil perwakilan sopir dan koordinator unjuk rasa berangkat ke Surabaya hari Sabtu. Hari Minggu berangkat dengan Kereta Api menuju Jakarta bersama saya yang mendampingi menghadap pak Dirjen.” ujar Ahmad Rezi.

Dan kegagalan sepihak saya tidak mengerti alasanya. Kalau alasan tidak siap, kenapa waktu pertemuan bersama untuk menghadap pak Dirjen mengatakan siap. Karena spasi waktu untuk meminta pertemuan gerbong Banyuwangi kepada pak Dirjen itu tidak gampang. Pak Dirjen siap, beliau menggalakan, justru koordinator mau turun jalan lagi berunjuk rasa hari Senin 29 Nopember besok.

Tetapi kalau turun jalan melakukan unjuk rasa lagi, mungkin Pemkab Banyuwangi melalui Dishub Banyuwangi tetap belum bisa mengambil kebijakan Odol. Karena itu kewenangan pusat. Jadi Kabupaten / Kota dan Provinsi tidak ada kewenangan terkait aspirasi yang di minta Odol.” pungkas Ahmad Rezi. (BUT).

Loading...

Baca Juga