SUARAMERDEKA.ID, JAKARTA — Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) hari ini melakukan kunjungan sekaligus silaturahmi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membuka ruang kolaborasi antara GPI dan BAZNAS dalam memperkuat gerakan zakat serta pemberdayaan umat. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS, Jakarta, Jumat (21/08/26).
Dalam pertemuan tersebut, hadir Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM, bersama jajaran Komisioner dan staf BAZNAS.
Sementara dari PP GPI hadir Ketua Umum, Khoirul Amin, S.H., M.H., Wakil Ketua, Marto Zaini Warat, S.Sos., Koordinator Wilayah PP GPI Indonesia Timur, Talimuddin Rumaratu, S.Sos., M.Si., serta Ketua Muslimah GPI DKI Jakarta Raya, Sherli Oklianti.
Kedua belah pihak membahas sejumlah peluang kerja sama strategis, khususnya dalam penguatan program fundraising, Green Zakat, Mualaf Center, serta keterlibatan GPI dalam mendukung dan memperluas jangkauan penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. GPI sebagai organisasi kepemudaan Islam memiliki jaringan kader dan struktur organisasi yang dapat menjadi kekuatan pendukung dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam gerakan filantropi Islam.
Pihak BAZNAS menyambut baik kehadiran dan inisiatif PP GPI untuk membangun kolaborasi. Sambutan positif tersebut menjadi modal penting untuk menindaklanjuti berbagai gagasan yang telah dibicarakan dalam pertemuan.
Sebaliknya, PP GPI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan jajaran BAZNAS. GPI menilai pertemuan tersebut merupakan langkah awal yang sangat baik dalam membangun kemitraan strategis antara organisasi kepemudaan Islam dan lembaga zakat nasional.
Kedua belah pihak sepakat bahwa pertemuan lanjutan akan digelar untuk membahas lebih teknis bentuk, mekanisme, dan program kerja sama yang dapat dijalankan secara berkelanjutan.
“Ini adalah langkah awal dari sebuah kolaborasi besar. Kita ingin kerja sama GPI dan BAZNAS ke depan tidak hanya berbicara tentang zakat, tetapi juga bagaimana zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan umat dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” demikian semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Dengan terbangunnya komunikasi dan kesepahaman ini, GPI dan BAZNAS diharapkan dapat menghadirkan berbagai program inovatif yang melibatkan generasi muda sekaligus memperkuat ekosistem zakat dan pemberdayaan masyarakat di Indonesia. (MLK-M).






