oleh

Temui Menteri PPN, President IGCN Ajak Indonesia Aktif di Komunitas Global PBB

SUARAMERDEKA.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menerima audiensi dari President IGCN (Indonesia Global Compact Network) Y.W. Junardy di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (2/3/2020) siang hari.

Dalam kedatangannya ke Kantor Kementerian PPN/Bappenas, secara khusus President IGCN Y.W. Junardy ingin mengenalkan IGCN kepada Menteri PPN Suharso Monoarfa. Mereka menyampaikan rencana acara Making Global Goals Local Business – Indonesia tanggal 30 Maret mendatang. Pada moment tersebut Menteri Suharso diminta kesediaannya untuk dapat menjadi pembicara.

“Indonesia Global Compact Network adalah jaringan lokal United Nations Global Compact di Indonesia yang diluncurkan pada 8 April 2006. Secara khusus, saya juga meminta kesediaan Bapak Menteri Suharso untuk menjadi pembicara di acara Making Global Goals Local Business – Indonesia tanggal 30 Maret mendatang,” ujar Y.W. Junardy.

Baca Juga :  Kepala Bappenas Apresiasi Kerjasama Indonesia Dengan UN WFP

Kepada Menteri Suharso, Y.W. Junardy juga menjelaskan, UNGC adalah program dari Sekretaris Jenderal PBB yang menyerukan kepada perusahaan-perusahaan di mana pun. Untuk menyelaraskan programnya sesuai yang dinginkan PBB.

“Diluncurkan pada tahun 2000, mandat Global Compact PBB adalah untuk membimbing dan mendukung komunitas bisnis global dalam memajukan tujuan dan nilai-nilai PBB. Melalui praktik-praktik korporasi yang bertanggung jawab,” kata Y.W. Junardy.

“UNGC adalah inisiatif khusus Sekretaris Jenderal PBB sebagai seruan kepada perusahaan di mana pun. Untuk menyelaraskan operasi dan strategi mereka dengan sepuluh prinsip universal di bidang hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan, dan anti korupsi,” tambah Y.W. Junardy.

Lebih Lanjut President IGCN menambahkan jika anggota IGCN terdiri dari Korporasi (Perusahaan Multinasional, Perusahaan Nasional, dan Usaha Kecil dan Menengah), Akademisi, dan LSM (LSM Global, LSM Lokal, Asosiasi Industri Global, dan Asosiasi Industri Lokal).

Selain itu Y.W. Junardy juga menyebut dengan lebih dari 9.950 perusahaan dan 3.000 non-bisnis yang berbasis di lebih dari 160 negara, dan lebih dari 70 Jaringan Lokal, UNGC adalah inisiatif keberlanjutan perusahaan terbesar di dunia.

Baca Juga :  Sanksi Rakyat, Padamu Partai Kakbah, Sebuah Opini Dimas Huda

“Visi dan Misi IGCN adalah menjadi agen perubahan yang terhormat dalam mempercepat transformasi negara menuju pencapaian hak asasi manusia, tenaga kerja yang kompetitif, lingkungan yang berkelanjutan, dan praktik bisnis yang etis, serta mempromosikan, memfasilitasi dan menerapkan Prinsip-prinsip Global Compact PBB di Indonesia,” tutup Y.W. Junardy. (AMN)

Loading...

Baca Juga