oleh

Hindari Fitnah, BNPB Muna Akan Lakukan Rapid Test Secara Tertutup

SUARAMERDEKA.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muna (BNPB Muna) La Ode Ikbar Rifai mengapresiasi langkah Bupati Muna Rusman Emba yang mengucurkan dana 12 miliar khusus untuk penanggulangan pandemi covid-19. Langkah ini diakui memperingan tugas mereka yang sebelumnya sudah bekerja keras dengan sarana dan prasarana yang ada.

Pria yang akrab dipanggil Dody ini mengapresiasi kesungguhan Bupati Muna untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19. Menurutnya, pengucuran dana tersebut adalah langkah nyata Rusman Emba selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Muna. Ia pun megucapkan terima kasih atas kepedulian semua pihak dalam memerangi covid-19.

“Sebelum anggaran dikucurkan saja, Tim Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Muna, telah bekerja semaksimal mungkin untuk menanggulagi penyebaran virus corona ini. Apalagi sekarang ini, anggaran sebesar 12 miliar telah dikucurkan. Dan telah dibentuk pula Tim gugus Satgas Covid-19 dari beberapa elemen. Baik itu dari birokrasi, TNI, Polri maupun perwakilan masyarakat. Yang terstruktur, terorganisasi dan terorganisir dan diketuai langsung oleh Bupati Muna,” kata Dody kepada suaramerdeka.id di D’Teras Coffee, kabupaten Muna, Jum’at (10/4/2020).

Baca Juga :  Biaya Berobat Mahal, DPRD Minta Inspektorat Periksa RSUD Talang Ubi

Kepala BNPB Muna ini menambahkan, pihaknya akan lebih menggencarkan penyemprotan, sosialisasi dan edukasi covid-19 secara menyeluruh. Pihaknya juga akan membuat tempat pemeriksaan rapid test tertutup yang bisa dibongkar pasang (knock down).

Pembangunan rapid test knock down ini menurut Dody menjadi agenda prioritas, untuk menghilangkan rasa curiga masyarakat terhadap orang yang di rapid test. Selama ini BNPB Muna telah melakukan rapid test secara terbuka di berbagai tempat. Diantaranya di tempat-tempat umum, pelabuhan dan sarana lainnya.

Karena rapid test yang dilakukan secara terbuka, maka semua orang yang melihat proses rapid test tersebut dapat melihat secara langsung berapa suhu orang yang di rapid test. Ia menjelaskan, di wilayahnya, masyarakat berfikir bahwa setiap orang yang di rapid test kemudian suhunya tercatat 38 celcius, otomatis akan cap sebagai suspect atau malah positif covid-19. Sehingga masyarakat langsung akan mengucilkan orang tersebut.

“Mengingat hari ini begitu banyak orang yang merasa dikucilkan dengan adanya pemeriksaan Rapid Test secara terbuka. Maka dibeberapa titik, diantaranya di pelabuhan dan tempat-tempat umum lainnya, akan kita bangun tempat pendeteksian suhu tubuh melalui rapid test secara tertutup. Yang dapat dibongkar pasang. Agar setiap yang terdeteksi melalui rapid test dengan suhu tinggi mencapai 38 keatas, tidak langsung divonis sebagai suspect atau positif. Kecuali telah melakukan pemeriksaan secara lengkap dan akan disampaikan melalui juru bicara Tim Gugus tugas covid 19 setempat,” papar Kepala BNPB Muna.

Dody menghimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Ia mengingatkan untuk tidak mengucilkan seseorang karena infoemasi yang tidak lengkap atau yang tidak jelas sumbernya. Perilaku yang demikian berpotensi merusak hubungan silaturrahmi antar masyarakat yang sudah terjalin dengan baik sebelumnya.

Baca Juga :  Bupati Buru Fokus Turunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran

“Yang lebih penting, menerapkan pola hidup sehat, rajin cuci tangan dan jangan lupa untuk selalu tetap pakai masker. Tolong jangan berbicara tentang hal teknis apa saja soal covid 19, kemudian dihubungkan dengan agama, politik dan hukum. Agar tidak timbul fitnah. Karena fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” tutupnya. (MAC)

Loading...

Baca Juga