oleh

20 Tahun Banten Jadi Provinsi. Quo Vadis? Opini Tubagus Soleh

20 Tahun Banten Jadi Provinsi. Quo Vadis?

Ditulis oleh: Tubagus Soleh, Ketum DPP Ormas Kerabat dan Sahabat Kesultanan Banten (Babad Banten)

Banten Memang Keren. Sejak dulu selalu mempesona. Cikal Bakal kerajaan Se Nusantara berawal dari Banten. Sanghyang Sira, Salakanagara, Imperium Padjajaran hingga Masuk Ke zaman Kesultanan. Banten selalu menempatkan dan ditempatkan pada posisi penting dan Strategis.

Hingga zaman  Perjuangan Persiapan Republik, Banten selalu menjadi tonggak penting. Adalah fakta para pejuang kemerdekaan bangsa seperti Mbah Hadrussyekh Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, dan Syekh Abdul Karim Tanara merupakan murid-murid Jadi Syekh Nawawi al-Bantani.

Dari murid Hadrussyekh Nawawi al-Bantani inilah pemikiran-pemikiran perlawanan dan kemerdekaan terus digelorakan seantero Nusantara. Resolusi Jihad yang menggema di Surabaya adalah buah dari semangat dan pemikiran beliau  yang tertanam kuat dalam benak murid beliau yang bernama Hadratussyekh Hasyim Asy’ari.

Namun apakah sekarang Banten masih memancarkan semangat perjuangan Para Sultan, Para Wali dan Para Alim Ulama yang mencerahkan bagi bangsa ketika Menjadi Provinsi?

Usia 20 Tahun Provinsi Banten telah menorehkan tinta sejarahnya sendiri. Banyak kisah yang tertulis Indah, romantis, pilu, bahkan terkesan dramatis.

Sebagai warga Banten dari kalangan kaum kecil dan pinggiran, saya bangga melihat kemajuan Banten yang spektakuler. Kemajuan terlihat dimana2. Perumahan Mewah berdiri berjejer hingga ke desa-desa. Bahkan yang dulunya kampung dan persawahan kini telah disulap menjadi kawasan mewah.

Namun dibalik kemajuan dan kemewahan itu terselip rasa sedih yang mendalam. Saya sebagai rakyat memohon izin memberikan catatan penting terhadap dua hal saja.

Pertama, Masalah Sawah Pertanian yang telah banyak berubah fungsi menjadi Perumahan baik elit, mewah, dan RSS bersubsidi.

Padahal sawah merupakan sumber daya rakyat yang menjadi alat produksi untuk menjadi sumber penghidupannya. Terutama Rakyat kecil banyak yang “menggantungkan” penghidupannya dari bercocok tani.

Saya melihat area sawah semakin mengecil bahkan kedepan bisa jadi akan hilang. Ini merupakan ancaman serius Banten kedepan. Jika sawah semakin mengecil apalagi sampai hilang ancaman kelaparan nyata sudah di depan mata.

Sebab Sawah-sawah Rakyat itulah sumber utama penghasil beras sebagai bahan pokok Rakyat Banten.

Pemprov Banten harus mengevaluasi kebijakan yang menyebabkan ancaman kelaparan karena berubahnya sawah-sawah menjadi perumahan elit, mewah, tempat bermain, dst.

Duplikasi kesuksesan Kota Mandiri BSD yang menjadi Icon Kesuksesan Kota Mandiri pertama di Indonesia jangan sampai merusak ekosistem pertanian kita.

Sawah-sawah pertanian di Banten harus diselamatkan dengan kebijakan yang tegas dari pemprov Banten sebab akan menyelamatkan Banten dari ancaman Bahaya Kelaparan berkepanjangan di masa depan.

Catatan Kedua, Masalah Pendidikan. Karena Pendidikan terkait erat dengan kualitas Manusia Banten seutuhnya. Yaitu Manusia Banten Beriman, Berilmu  Beramal dan Bertaqwa yang sesuai dengan Pancasila sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945.

Khusus bagi Banten yang terkenal dengan Kota sejuta Santri dan Ulama. Harusnya pemprov Banten sangat berkepentingan memberikan perhatian penuh kepada Pesantren sebagai pusat pendidikan yang sudah teruji oleh zaman.  Perhatian dan Bantuan Pemprov jangan bersifat karitatif dan receh.

Pemprov Banten harus all out mensupport, menjaga, melestarikan dan mengembangkan Pesantren sebagai pusat kelimuan Islam yang mumpuni dan mendunia.

Pemprov harus Berfikir keras agar Pesantren di Banten mampu kembali melahirkan ulama sekaliber Syekh Nawawi al-Bantani yang mendunia.

Pesantren merupakan warisan para Leluhur Banten yang original yang masih ada hingga kini. Dan pesantren merupakan pondasi penting tegaknya keluhuran  Budi Banten sebagai Provinsi.

Disinilah Pemprov Banten dituntut harus mengerti sejarah Banten secara utuh. Agar mampu menangkap napas perjuangan Rakyat Banten. Sehingga bisa mengimplementasikan pada program pembangunan yang tepat dan berguna bagi Rakyat Banten wabil khusus untuk membangun Manusia Banten seutuhnya.

Akhirul Kalam, saya sebagai Rakyat kecil, berharap 20 Tahun Perjalanan Provinsi Banten bisa menjadi cermin untuk kemajuan Banten di Masa Depan.

Seperti yang didengungkan awal mula gagasan pendirian Banten sebagai Provinsi 20 tahun yang lalu. Tepatnya tanggal 4 Oktober tahun 2000 adalah agar akselerasi pembangunan di Banten bisa berjalan sesuai harapan rakyat Banten yaitu menjadi Banten Sejahtera dan Bertaqwa.

Selamat Dirgahayu Banten sebagai Provinsi yang berusia ke 20 tahun. Quo Vadis?

Loading...

Baca Juga