oleh

AKBP Esa Estu Utama Disambut Ritual Potong Pantan

SUARA MERDEKA.ID – AKBP Esa Estu Utama sebagai Kapolres Kapuas yang baru, disambut dengan tradisi Suku Dayak potong pantan dan tapung tawar. Penyambutan yang dilaksanakan di Mapolres Kapuas, Jalan Pemuda Kuala Kapuas, Jumat (22.11.2019) dihadiri Wakil Bupati Kapuas Nafiah Ibnor serta jajaran Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat.

Tiba di Pintu Gerbang Mapolres Kapuas AKBP Esa Estu Utama beserta istri disambut dengan ritual adat potong pantan, tampung tawar. Upacara adat khas suku Dayak itu merupakan warisan tradisi nenek moyang. Ritual ini digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.

Usai disambut ritual adat memasuki bagian utama, yaitu potong pantan atau menyingkirkan rintangan. Di depan gerbang Mapolres dipasang kayu panjang dengan ukuran panjang sekitar 2 meter, terbentang sebatang kayu akasia terselubung kain.

Pemimpin adat Damang Selat Hendri S Dinan, berada di bagian dalam gerbang, sedangkan tamu di sisi luar.
Sebelum tamu menyingkirkan penghalang, pemimpin adat melontarkan pertanyaan yang wajib dijawab.

“Apa harapan bapak untuk Polres Kapuas dan masyarakat umumnya?,” tanya Damang Adat kepada Tamu.
. “Saya mendapat perintah untuk melaksanakan tugas sebagai Kapolres Kapuas,”  kata AKBP Esa Estu Utama.

Usai menjawab pertanyaan pemimpin adat. Usai Kapolres diberikan pertanyaan, pengalungan bunga oleh sepasang polisi cilik, lalu disambut dengan persembahan tarian Sambang Garantung, hingga penghormatan dan bersalaman dengan jajaran yang sudah menyambut, Wakapolres, PJU Polres, seluruh Kapolsek, serta segenap personel Polres Kapuas, hingga rombongan memasuki ruangan utama di Mapolres Kapuas.

“Harapan saya dalam melaksanakan tugas sebagai Kapolres Kapuas saya minta dukungan dari seluruh warga masyarakat di wilayah hukum polres Kapuas untuk sama-sama menjaga keamanan menjaga situasi yang kondusif kata Kapolres. (AGS)

Loading...

Baca Juga